23 Anak Mawokau Jaya Terpapar Stunting

Timika (timika bisnis) – Sedikitnya 23 anak Kampung Mawokau Jaya dalam tahun 2020 terdeteksi terpapar stunting. Sampai saat ini belum ada tindakan atau penanganan kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Aparat Kampung bersama petugas dari Puskesmas Wania beberapa waktu lalu sudah turun pendataan di 12 RT.

“ Memang yang ditemukan ada 23 orang, tapi 8 orang keluar dari Kampung Mawokau Jaya. Mereka tidak tinggal lagi di Mawokau Jaya. Tidak tahu mereka keluar dan tinggal dimana. Yang ada saat ini Mawokau Jaya hanya 15 orang saja. Sampai hari ini juga belum ada penanganan dari petugas di Puskesmas maupn dari Dinas Kesehatan.

Pemerintah Kampung, kata Kepala Kampung Mawokau Jaya, Edison Rafra, telah menganggarkan dana melalui dana desa (DD) sebesar Rp50 juta. Dana Rp50 juta untuk pendataan, serta kegiatan lain-lain yang berhubung dengan pengentasan stunting.

Edison mengatakan, jika Kampung Mawokau Jaya terpilih jadi lokus perhatian soal stanting oleh Provinsi Papua, maka program dari pemkab harus jelas penanganannya. Sejak isu stunting dipublis oleh Dinkes dan Pemkab Mimika, tidak ada tindakan program satupun yang turun kampung. Jangan bicara program, petugas saja mau tutup tahun ini tidak ada turun satu pun.

Terkesan kata Edison Pemkab, dinkes dan OPD teknis lainnya mengharapkan puskesmas yang turun rutin ke Mawokau Jaya, namun pada kenyataan hal ini tidak dilakukan. Jangan salah jika aparat kampung dan masyarakat membentuk opini ada pembiaran yang dilakukan oleh dinas teknis. Pemerintah kampung sudah melakukan tugas pendataan di lapangan bersama petugas lainya, dan menemukan kasus dengan jumlah diatas 20, lalu penanganan selanjutnya harus OPD teknis karena berkaitan dengan kesehatan, gizi, dan pertumbuhan.

Kemudian soal warga sekitarnya, misalnya soal edukasi ke remaja putri, remaja putri yang saat ini sedang duduk dibangku sekolah bagaimana pendekatanya. Kemudian edukasi kepada pasangan-pasangan muda yang akan menikah, Ibu melahirkan, ibu hamil, orang tua yang memiliki anak balita harus diberikan edukasi mengenai kesehatan dan bagaimana agar anak lahir sehat dan bertumbuh normal dan tidak kerdil.

Sebagai aparat kampung jelas Edison, sangat tidak mengerti dan memahami dengan pemerintah di tingkat atas. Mereka umumkan Mawokau Jaya, Nawaripi dengan kasus stunting terbanyak tapi tidak ada program jelas dan terukur masuk ke Mawokau Jaya.

Menjadi tugas bersama, jika sekarang sesuai pendataan ada 23 yang terpapar, maka ini perlu dikawal bersama sehingga tahun dengan tidak muncul lebih banyak. Yang tahu dan mengerti soal stunting petugas medis, mestinya mereka harus turun rutin dan mengawasi dari dekat anak-anak yang terpapar ini.

Edison meminta, Dinkes Mimika dapat menugaskan Puskesmas Wania untuk mengawasi secara rutin perkembangan anak-anak ini. Jika anak-anak ditemukan kerdil maka penanganan secara medisnya bagaimana. Ini sudah tutup tahun belum ada action program yang masuk ke Mawokau Jaya.

Informasi yang beredar dalam masyarakat, Dinkes sudah mempunyai program untuk stanting, dan mana program itu, sekarnag masyarakat lagi tunggu-tunggu, jangan hanya bunyi di media, lalu hilang tanpa menyentuh ke masyarakat. “ Kalau aparat kampung bicara seperti ini salah lagi, tai kenayataan tidak ada program penanganan yang turun. Petugas medis baik puskesmas maupun Dinkes tidak ada yang turun satu orang. Warga butuh pengetahuan untuk pencegahan stanting makanya petugas harus datang ke tengah-tengah masyarakat dan berbicara dengan mereka supaya mereka mengerti.

Hari ini Selasa, ada posyandu dan semua mereka akan hadir di Balai Kampung, posyandu nanti petugas akan menyampaikan soal stanting ini. Diharapkan semua bayi dan balita harap hadir dan mendengarakan penjelasan soal stanting. (don)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *