Warga Mimika dan Oknum ASN Stop Lakukan Aksi Verbal ke Plt Bupati Mimika

Timika (Timikabisnis) – Beberapa warga Mimika meminta segelintir orang dan oknum ASN.di lingkungan Pemkab Mimika yang terus melakukan aksi-aksi verbal kepada Plt Bupati Mimika John Rettob yang menyebabkan konsentrasi beliau menata pemerintah dan membangun daerah ini bebeerapa pekan ini terganggu.

Hal ini disampaikan akademisi yang juga Sekum Kormi Mimika, Habel Taime, SE MM kepada wartawan melalui saluran telpon, Sabtu (25/2/2023).

Menurut Habel sejak beliau diangkat jadi Plt Bupati Mimika selama 6 bulan ini perubahaan sangat terasa di Timika Seperti program pembangunan fisik ada dimana-mana, penataan birokrasi, evaluasi terhadap kinerja OPD yang dilakukan secara rutin.

” selama beliau memimpin siapa saja bisa ketemu dan beliau terima dan layani semua. Yang saya pahami Pak Plt Bupati sangat memahami dan mengerti kondisi Mimika. Dia orang baru, dia lahir disini besar disini dan bekerja di luar sebentar saja lalu pulang kembali mengabdi di tanah kelahirannya.. Apakah soal ini beliau tidak punya hak untuk pimpin daerah ini. Sebagai anak.yang lahit dam besar di.daerah ini beliau punya kesempatan yang sama sepeeti yang lain. ASN pendatang yang suka panas-pànas suasana, dan buat gaduh saya minta stol jangan buat gerakan yang membuat masyarakat Mimika marah,” tegas Habel.

Habel dengan tegas, mengatakann stop dan hentikan kekerasan verbal, bully, serta bentukan ancaman lain yang membuat semangat lerja beliau menurun. Mestinya sebagai oknum ASN harus dukung tapi malahan lawan beliau ini hal yang aneh, tolong penjabat gubernur Papua Tengah dan Menteri Dalam Negeri dan menteri pendayagunaan aparatur negara untuk melihat hal ini dan segera selesaikan.

Jika berkaitan dengan kasus hukum, jelas Habel itu urusan beliau dengan kejaksaan, bukan oknum ASN juga turut nimbrung dalam persoalan teraebut, lalu membuat.serta memciptakan tindakan verbal yang menciptakan suasana kerja jadi tidak nyaman.

” hentikan segala macam aksi, sandiwara yang membuat suasana gaduh di Timika. Kalau bicara masalah hukum biarlah berproses di kejaksaan. Soal maasalah hukum kami juga bisa tanyakan bagaimana.dengan kasus sentra pendidikan yang sudah ada tersangka tapi orang masih berkeliaran di luar. Jadi saya harap stop tindakan yang membuat gaduh yang mempengaruhi keruhnya suasana di pemerintahan di daerah ini,” tegasnya.

Dia meminta Ibu Gubernur Papua Tengah agar bisa mengikuti persoalan yang menyebabkan kegaduhan di masyarakat dan di pemerintahan Kabupaten Mimika.

Saat ini terang dia, dengan waktu yang sedikit ini beliau ingin menata pemerintahan kembali ke rel yang benar tapi terjadi selalu dirong-rong terus. Dia meminta Bapak Plt maju terus lakukan penataan dan perubahan, pelayanan kepada asyarakat karena sebagian besar masyarakat Mimika mendukung bapak. (tim)

Administrator Timika Bisnis