MIMIKA,(timikabisnis.com) – Wakil Ketua (Waket) I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Asri Akkas,S.Kom,melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Timika, Jumat, untuk meninjau langsung pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekaligus melihat kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Kunjungan pada Kamis, (25/6/2026) tersebut disambut Kepala SMAN 1 Timika, Nona Yeniy Gogani, bersama jajaran guru. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah memaparkan berbagai kondisi aktual, mulai dari pelaksanaan PPDB, kapasitas ruang belajar, hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur sekolah.
Kepala SMAN 1 Timika,Nona Yeniy menjelaskan, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SMAN 1 Timika memiliki 12 rombongan belajar (rombel). Pada tahun ajaran baru ini, sekolah memperoleh kuota PPDB sebanyak 432 siswa. Dari jumlah tersebut, kuota jalur zonasi sebanyak 132 siswa dan hingga kini baru terisi 107 siswa.
Ia mengatakan, meski tersedia 12 ruang kelas yang masih dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, sekolah terpaksa menambah jumlah siswa dalam setiap kelas dari idealnya 32 orang menjadi sekitar 40 orang untuk mengakomodasi tingginya jumlah pendaftar.
“Kami berupaya menyesuaikan kebutuhan masyarakat dengan kapasitas yang ada. Karena itu, jumlah siswa per kelas harus ditambah agar dapat mengakomodasi peserta didik yang mendaftar,” ujarnya.
Selain persoalan daya tampung siswa, pihak sekolah juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya pembangunan gedung perpustakaan yang representatif, perbaikan pagar sekolah, serta pembangunan ruang serbaguna.
Saat ini layanan perpustakaan masih menggunakan bangunan lama bantuan pemerintah yang dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menunjang kebutuhan literasi siswa.
Sementara itu, pagar belakang sekolah juga dinilai perlu diperbaiki guna meningkatkan keamanan lingkungan sekolah.
Di bidang digitalisasi pendidikan, SMAN 1 Timika telah menerima bantuan dana sebesar Rp20 juta dari PLN untuk pengadaan komputer tambahan. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan ujian dan pembelajaran berbasis teknologi. Namun, sekolah masih harus menyewa sejumlah perangkat komputer untuk memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.
Dalam peninjauan lapangan, Asri Akkas juga melihat beberapa persoalan lingkungan sekolah, seperti keberadaan kandang babi milik warga di sekitar area sekolah yang berpotensi mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar. Selain itu, sistem drainase sekolah juga masih perlu dibenahi karena saluran pembuangan air belum tertata secara optimal.
Pihak sekolah juga menyampaikan rencana pembangunan 10 ruang kelas baru (RKB) dalam bentuk bangunan dua lantai, yang terdiri dari lima ruang kelas di lantai bawah dan lima ruang kelas di lantai atas. Pembangunan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi peningkatan jumlah peserta didik setiap tahun.
Menanggapi berbagai kebutuhan tersebut, Asri Akkas menegaskan bahwa kunjungan pengawasan ini menjadi bagian dari upaya DPRK Mimika untuk memastikan pelayanan pendidikan berjalan baik sekaligus mengidentifikasi kebutuhan sekolah yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Kita ingin memastikan pelaksanaan PPDB berjalan dengan baik sekaligus melihat langsung kondisi sekolah. Berbagai kebutuhan yang disampaikan akan menjadi perhatian untuk kita dorong sesuai kewenangan, karena peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan Kabupaten Mimika,” kata Asri.
Kendati demikian, Ia juga berharap dinas terkait dapat lebih responsif dalam menindaklanjuti berbagai kebutuhan sekolah, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal dan mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing di masa depan.(Ama)

