Tidak Ada Putaran Kapsul di Jalan Cendrawasih Jadi Sorotan Dewan, Herman Gafur : Dinas Teknis Perlu Kaji Ulang

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Herman Gafur, SE menyoroti tidaknya adanya putaran kapsul di Jalan Cendrawasih Timika (Depan Kencana Market hingga Bundaran Petrosea).

Dinas teknis bersama pihak lainnya perlu melakukan kajian ulang agar tidak menjadi keluhan warga (pengguna Jalan).

Anggota DPRD Mimika, Herman Gafur, berharap Perlu adanya koordinasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Mimika menyamakan visi untuk mengatur jalan raya tersebut.

“Jangan perhubungan lain habis itu lantas lain, ini kan gak boleh karena nanti yang dikorbankan masyarakat Mimika,” pesannya.

Lanjut Herman Gafur, Kita melihat bersama bahwa, dari arah jalan cendrawasih mulai dari depan kencana market tidak ada putaran kapsul memang sangat disayangkan karena tidak ada jalan atau putaran alternatif. kecuali harus lintasi bundaran Petrosea.

Sebelumnya kurang lebih ada dua putaran kapsul disitu, maka ini perlu dibuka lagi.

Menurutnya, Kebijakan itu jangan sampai mengorbankan Masyarakat dan betul-betul bisa membawa solusi terhadap setiap persoalan yang ada disitu.

“Kalau pertimbangkan kepadatan kendaraan Untuk saat ini saya rasa belum terlalu padat selama ini kan baik-baik saja tapi kenapa putaran kapsul itu yang tadi menjadi jalan alternatif masyarakat sekitar situ ini harus memutar kurang lebih 2 – 3 kilo,” ujarnya.

Lagi katanya, Khususnya bagi pelaku-pelaku usaha sekitar situ kalau tidak dibuka di Ramayana minimal ada alternatif sekitar situ.

“Hal-hal seperti ini kan harus duduk sama-sama, kajian akademisnya seperti apa, analisis lapangannya seperti apa, asas manfaatnya seperti apa, supaya betul-betul setiap kebijakan itu bermuara kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Keluhan serupa datang dari warga. Agnes, seorang pekerja yang harus melintasi jalur tersebut setiap pagi, mengaku sering kerepotan karena harus memutar jauh ketika ada kebutuhan mendesak.

“Kalau ada yang lupa saya bawa, saya harus mutar jauh sekali. Ini makan waktu,” ungkap Agnes.

Sementara itu, warga lain yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan banyak pengendara motor yang akhirnya melanggar aturan lalu lintas.

“Saya sering lihat pengendara motor lewat trotoar pejalan kaki untuk menghemat waktu. Itu karena tidak ada kapsul putaran,” katanya.(Red)

Administrator Timika Bisnis