Stok BBM Sempat Terjadi Kekosongan, Disperindag Mimika Pantau 6 SPBU

Tampak sebuah kendaraan pengangkut BBM milik Pertamina sedang melakukan pengisian di SPBU di Jalan Yos Sudarso, Timika, Senin (16/8)/Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) –   Sempat terjadi kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak Sabtu (14/8) hingga Minggu (15/8) yang berakibat terjadinya kelangkaan BBM, pada Senin (16/8/2021) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika memantau ke 6 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di kabupaten Mimika.

Sebagaimana pantauan timikabisnis.com, Senin (16/8) sejak, pagi staf Disperindag Mimika mendatangi dan memastikan sejumlah SPBU untuk mengetahui apa penyebabnya sehingga selama dua hari sempat terjadi kelangkaan BBM khususnya pertalite atau bensin.

Namun pada Senin (16/8) pagi  disejumlah SPBU di Mimika sudah terlihat  kembali berjalan normal walaupun masih terjadi antrian sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.

Menurut Petrus Pali Ambaar selaku Pelaksana Tugas Kepala dinas Perindustrian dan Pergadangan kabupaten Mimika saat ditemui Senin (16/8) mengatakan, pihaknya di perintahkan langsung oleh bupati untuk melakukan pengawasan langsung di 6 SPBU di kabupaten Mimika.

“Pengawasan ini untuk memastikan penyebab terjadinya kelangkaan BBM di sejumlah SPBU SPBU di kabupaten Mimika,”ungkap Petrus.

Petrus menambahkan, saat ini BBM yang sementara ini cepat sekali terjadi kekosongan di SPBU adalah bensin jenis pertalite.

“Kekosongan itu terjadi karena pendistribusian BBM dari Pertamina ke setiap SPBU terbatas dan rata-rata perhari hanya 8 ribu Kilo Liter,”katanya.

Selain itu, pada saat pemantauan di lapangan pihaknya juga menemukan banyaknya warga yang melakukan pengisian BBM meggunakan jerigen.

“Mewakil pemerintah mengimbau agar pengusaha maupaun nelayan di kota Timika yang hendak mengambil BBM menggunakan jerigen dengan stok yang banyak harus memilik surat keterangan dari dinas Perikanan kabupaten Mimika atau Disperindag serta surat pengantar dari distrik setempat agar dapat mengantisipasi terjadinya penyelewengan BBM yang mengakibatkan kelangkaan,”imbuhnya.

Dari pantauan timikabisnis.com, di beberapa SPBU hingga siang hari, terlihat masih terjadinya antrean kendaraanr oda dua dan empat namun tidak terlalu banyak seperti sehari sebelumnya. Tampak juga unit kendaraan pengangkut BBM tengah melakukan pengisian di beberapa SPBU. (opa)

Administrator Timika Bisnis