MIMIKA,(timikabisnis.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Mimika – Papua Tengah, Mariunus Tandiseno menyoroti gedung pasar di Satuan Pemukiman (SP) 4 Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania yang tidak digunakan atau difungsikan sebagaimana mestinya.
Kata Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4,Mariunus Tandiseno sangat menyayangkan atas gedung pasar yang sudah disediakan namun tidak digunakan.
“Sebenarnya gedung pasar itu dilimpahkan ke Distrik untuk mengelola, tetapi laporan dari masyarakat (pedagang) kembali berjualan di pinggir jalan.Hal ini perlu disikapi dengan serius untuk menemukan solusi agar gedung yang sudah disediakan jangan sampai mubazir,” tegas Mariunus Tandiseno pada wartawan di Kantor DPRK Mimika, Rabu (5/3/2025).
Kembali, Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4,Mariunus Tandiseno menyarankan agar pemerintah Distrik dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika harus duduk bersama untuk mencarikan solusi.
Lagi Kata Tandiseno, Walaupun gedung pasar sudah disiapkan, namun perlu dipastikan agar para pedagang dan pembeli merasa nyaman.
“Jadi, harapan saya pemerintah Distrik dan Disperindag perlu sama sama mencarikan solusi agar fasilitas yang telah disiapkan agar digunakan kembali sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Sementara diberitakan sebelumnya, Kepala Distrik Wania, Mathius Sedan membeberkan, Para pedagang enggan berjualan di dalam gedung pasar SP 4 karena ada oknum oknum yang melakukan pungutan liar kepada pedagang.
Dikatakan Mathius, Gedung pasar SP 4 yang berlokasi di Wilayah Keluarahan Wonosari Jaya – Distrik Wania itu telah diupayakan digunakan sebagaimana mestinya, namun pada beberapa bulan belakangan ini para pedagang lebih memilih berjualan dibahu jalan karena adanya pungutan liar yang terjadi di dalam gedung pasar oleh oknum oknum tertentu.
“Kendalanya itu, ada oknum oknum yang melakukan pungli dalam gedung sehingga membuat pedagang tidak betah berjualan di dalam gedung pasar,” ujar Mathius Sedan pada wartawan saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Selasa (11/2/2025).
Lanjut Kata Mathius, Pihaknya telah berupaya untuk menemukan solusi dengan mengjukan biaya pengawas pada musrenbang namun belum disetujui
“Upaya kedepan, nantinya kita tetap ajukan pada musrenbang terkait pengawasan. Jika disetujui, tentu kita akan kolaborasi dengan pihak pihak terkait lainnya untuk melakukan pengawasan,”ungkapnya. (Red)

