MIMIKA,(timikabisnis.com)- Pesona budaya unik dari timur Indonesia, Timika Inside Festival of Art (TIFA) kembali hadir jadi ajang untuk memperkenalkan keberagaman budaya dan seni Papua yang akan digelar di Pelataran gedung Eme Neme Yauware.
Event ini akan berlangsung selama Tiga hari dari tanggal 22-24 Mei mendatang.
Festival yang bertujuan memberikan ruang bagi pelaku seni di Timika dan sekitarnya ini untuk menampilkan hasil karya seni termasuk lukisan, patung, musik, tarian dan seni rupa lainnya.
Ketua umum TIFA Creative dan Timika Inside Festival of Art, Dina Merani saat dijumpai timikabisnis.com pada Rabu Malam (15/5/2025) mengatakan selalu menciptakan terobosan -terobosan baru di setiap tahunnya.
Ia mengatakan, Yang menarik pada tahun ini, kata Dina terobosan yang akan dilakukan yakni mengusung konsep ‘Talingkar Cinta.’
Talingkar cinta ini kata Dia, Merupakan perlombaan yang menampilkan keunikan dari budaya menganyam rambut dimana budaya ini sudah melekat pada anak-anak Papua di kehidupan sehari-hari dan biasa dilakukan.
Budaya anyam rambut atau Talingkar cinta bukan sekedar konsep atau sekedar anyam rambut biasa. Budaya ini, lanjut Dina tentunya menyuguhkan sesuatu yang indah seindah rambut orang Papua, ucap Dina kepada Timikabisnis.com.
“Ini tradisi yang selalu orangtua saya lakukan dan saya melihat ada keunikan dari menganyam rambut ini, kenapa tidak saya angkat saja menjadi budaya yang sudah melekat pada diri saya dan kami orang-orang Papua. Muncul ide saya dan beberapa teman lainnya untuk mengangkatnya menjadi suatu budaya yang pantas diperkenalkan kepada masyarakat luas baik lokal maupun nasional,”ungkapnya.
Lanjut katanya, Rambut orang Papua itu unik-unik, ada yang keriting ada yang ikal. Dengan seni anyam yang bagus mulai dari cara menganyamnya kemudian menyisirnya sehingga saya melihatnya sebagai suatu seni yang indah yang sudah dilakukan dari jaman dulu sampai sekarang dan perlu dicintai lebih dalam lagi.
Salah satu hal yang membuat TIFA menjadi spesial, menurutnya adalah keberagaman seni dan budaya yang ditampilkan. Para seniman dari berbagai suku dan etnis di Papua turut mengambil bagian meramaikan event ini, pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan dan keunikan dari setiap budaya yang ada di Papua.
Ia juga mengajak semua yang berpartisipasi dalam event ini untuk mengenakan busana adat Papua, karena nantinya akan ada penilaian busana terbaik dan berhak mendapatkan hadiah senilai Rp. 10 juta untuk lima pemenang dan voucher belanja di Hadi sebesar Rp. 5 juta.
Lebih lanjut Dina mengatakan TIFA 2025 menampilkan berbagai kegiatan seperti Bazaar dan pameran budaya, karnaval mimpi, Papua Culture Week, Dance Film, Papua Plus Size Model, Panggung Seni Budaya (Tabur Tifa) dan terobosan yang baru yakni Talingkar Cinta juga kegiatan-kegiatan lainnya.
Senada juga disampaikan Ketua Panitia TIFA 2025, Garcelo Ambiop dimana event ini selalu memberikan terobosan yang baru serta sebagai wadah bagi anak-anak sekolah, sanggar-sanggar dan seniman lokal untuk merepresentasikan dan merealisasikan karya-karya yang dimiliki kepada masyarakat dan dunia luas.
” Apresiasi saya kepada Pemerintah daerah juga masyarakat, Kementrian Kebudayaan RI yang telah mensupport kami, semoga TIFA tahun ini bisa berjalan lancar sehingga budaya dan seni lebih mendunia, budaya Papua khususnya,” tandasnya. (lid)

