Timika (timikabisnis) – Perundingan PKB PTFI ke XXI Hendaknya dilandasi asas berdiri sama tinggi duduk sama rendah, Hal ini disampaikan kepala dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga, saat membuka perundingan Pembaruan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Freeport Indonesia ke XXI Tahun 2020-2022, yang dilaksanakan di Rimba Papua Hotel Timika, Jumat (10/11).
Paulus Yanengga dalam sambutannya berharap moment itu menyatukan perbedaan yang selama ini terjadi antar serikat pekerja dan managemen.
“Kami dari Pemerintah Daerah berharap mari kita tinggalkan kepentingan orang-perorang, kepentingan kelompok. Karena perusahaan ini hadir untuk mensejahterakan semua orang di tanah ini,” ungkap Paulus.
Sehingga dalam perundingan itu semua pihak harus bersikap dilandasi asas “berdiri sama tinggi duduk sama rendah”. “Saya berharap perundingan ini berjalan sesuai rancangan Tuhan. Supaya dengan kehadiran Freeport, karyawan, serikat pekerja, Pemda, kita sama-sama bangun daerah ini. Mari kedepankan semangat bersatu bersaudara kita membangun Mimika,” paparnya.
Ketua PUK SP SBSI PT Freeport Indonesia, Albert Janampa dalam sambutannya mengemukakan, SBSI hadir dalam perundingan untuk membawa aspirasi karyawan.
“Kita berada di Timika, mari kita perjuangkan hak-hak kita jadi lebih baik. Kita jangan terpecah bela. Mari kita perjuangkan nasib kita demi generasi penerus. Karyawan itu asset, jadi harus dijaga,” pungkasnya.
Dikemukakan, dalam tubuh PTFI terdapat 3 organisasi besar serikat pekerja yakni SPSI, SBSI, dan SPMP. Tujuan ketiga serikat pekerja itu sama yakni memperjuangkan aspirasi karyawan.
“Sehingga saya mengajak mari kita sama-sama jaga perusahaan ini baik-baik karena dia yang beri kita makan. Karena perusahaan ini ada di sini. Mari semua orang jaga,” ajaknya.
Ketua SPMP Virgo Solossa, Virgo Sollosa menyatakan kehadiran mereka dalam perundingan itu untuk membangun kebersamaan, komunikasi yang baik dengan SPSI dan SBSI demi memperjuangkan hak karyawan.

“Kami datang mewakili teman-teman untuk memastikan kesejahteraan teman-teman. Kami yakin apa yang akan kami usulkan pasti managemen sudah pikirkan, sehingga kami di sini hanya ingatkan. Kalau sesuai, tidak perlu lama-lama perundingan selesai,” tandasnya.
Sedangkan Ketua Umum DP SPSI Pusat, Riswan Lubis melalui virtual berharap perundingan kali ini berjalan baik.
“Dua tahun ini berjalan bagus. Kontribusi kawan buruh harus jadi perhatian perusahaan. Freeport itu perusahan multinasional sehingga apa yang menjadi perjanjian ILO harus diperhatikan,” ujarnya.
Ia juga berharap perundingan kali ini berjalan lancar, buruh tetap meningkatkan produktifitas. Dan juga, hasil perundingan sama-sama menguntungkan.
Claus Wamafma mewakili PT Freeport Indonesia, mengaku bersyukur bisa bertemu kembali.
“Presdir PTFI bapak Tonny Wenas menyampaikan penghargaan yang tinggi bagi semua baik serikat pekerja, karyawan dan managemen yang berkontribusi ditengah pandemi. Proses yang sementara berjalan ini mungkin belum ideal tapi hari ini kita sudah mulai. Kita berharap perundingan ini tepat waktu selesai bulan Maret 2022, lebih cepat dari itu lebih baik lagi,” pungkasnya. (don)

