Pemkab dan YPMAK Dorong Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan 

MIMIKA, (timikabisnis.com)– Pemerintah Daerah kabupaten Mimika bekerja sama dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI melalui Yayasan Rumsram gelar lokakarya kebijakan dan pengembangan perencanaan percepatan akses sanitasi dasar, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) membahas terkait kebijakan dan pengembangan perencanaan percepatan akses sanitasi dasar.

Dari hasil diskusi yang dilakukan disepakati beberapa hal antara lain sinkronisasi program antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mendorong proses deklarasi stop buang air besar sembarangan dan pengambilan data ulang di setiap puskesmas (update).

Manager program Yayasan Rumsram, Timotius Rumansara mengatakan pihaknya masih menunggu Perbup terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

” Kita akan dorong mudah-mudahan bulan depan sudah ada perbupnya,” ucapnya kepada Timika Bisnis.com usai kegiatan.

Dirinya juga menjelaskan akan dilakukan promosi kesehatan terkait stop buang air besar sembarangan kepada masyarakat. Dari situlah, kata Timotius munculah kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan praktik buang air besar sembarangan.

” Dengan dukungan Pemda dan YPMAK kami akan berkolaborasi memastikan kesehatan dan sanitasi ke kampung-kampung sehat bisa terjangkau, semoga edukasi dan pola perilaku hidup sehat masyarakat pun mengalami perubahan,” tuturnya.

Sementara Kepada Bappeda, Yohana Paliling mengatakan dari hasil diskusi telah dipetakan data dari tiap kampung yang belum memiliki jamban.

Diakuinya walaupun ada beberapa pos Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) belum valid datanya namun beberapa lainnya bahkan sudah valid.

” Setelah data terekap, lalu kami akan diskusi kembali bersama YPMAK dan OPD terkait untuk memetakan mana yang harus menjadi prioritas,” ucap Yohana.

Intinya, lanjut Yohana, infrastrukturnya harus dibenahi terlebih dahulu dan bekerja sama dengan OPD terkait setelahnya baru akan dilakukan pembangunan.

Paling tidak, katanya, dari sekian banyak pembangunan jamban harus bisa dicapai di tahun ini, sisanya menyusul tahun depan sehingga di tahun 2027 target bisa tercapai.

” Sekarang pendataan dulu karena datanya juga belum lengkap semua. Saya yakin kolaborasi ini bisa berjalan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *