Anggota DPRD Mimika dari Komisi C, Novian Kulla,S.Kom / Foto : husyen opa
TIMIKA,(timikabisnis.com) – Masa uji atau masa sosialisasi yang sudah lebih dari dua minggu sejak pemberlakuan jalan satu arah di Jalan Budi Utomo, namun jujur bahwa telah menimbulkan masalah baru, walaupun berbagai upaya mengatasi kemacetan di beberapa ruas Jalan seperti di Jalan Budi Utomo, Ahmad Yani dan jalan diseputaran Kelurahan Perintis dengan membuka median jalan, membuka beberapa akses jalan, namun masih tetap terlihat terjadi kemacetan dan warga menjadi korban.
Terkait dengan kondisi terjadinya kemacetan, antrean kendaraan bahkan rawan kecelakaan di sepanjang Jalan Yos Sudarso, anggota Komisi C DPRD Mimika, Novian Kulla,S.Kom meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten Mimika untuk mengkaji ulang pemberlakuan kebijakan satu arah di Jalan Budi Utomo.
“Pemerintah tak boleh memaksakan pemberlakuan satu arah yang saat ini sudah berjalan selama dua minggu, namun faktanya masyarakat banyak yang mengeluh bahkan menimbulkan soal baru di beberapa ruas jalan dan yang lebih parah di sepanjang Jalan Yos Sudarso. Saya minta dishub sudah bisa menyampaikan ke publik terhadap kajian selama pemberlakuan satu arah yang menimbulkan masalah baru,”tegas Novian Kulla saat menghubungi timikabisnis.com, Rabu (28/7).
Ia mengakui, regulasi atau kebijakan satu arah di Jalan Budi Utomo yang dilakukan pemerintah daerah dalam menyongsong ivent PON dan Pesparawi agar arus kendaraan dapat lancar, namun faktanya jau dari harapan. Sebab selama pemberlakuan satu arah ini menciptakan masalah baru dengan terjadinya kerawanan kecelakaan di beberapa titik di Jalan Yos Sudarso.
“Kami Komisi C sudah melakukan RDP dan mendukung adanya langkah langkah untuk mencari solusi agar tidak terjadi kemcaetan di Jalan Yos Sudarso, salah satunya dengan membuka beberapa median jalan untuk menghubungkan arus kendaraan ke Jalan Budi utomo. Tetapi faktnya belum bisa teratasi, bahkan warga menjadi korban dengan kondisi saat ini, tolong hal ini dikaji ulang pemberlakuan satu arah ini,”pintanya.
Politis Partai Nasdem ini menjelaskan, jangan mengorbankan masyarakat dengan adanya pemberlakuan kebijakan ini yang pada akhirnya masyarakat yang menjadi korban.
“Dewan sangat mendukung niat baik pemerintah dalam rangka menata dan mengatur kelancaran arus lalulintas, akan tetapi jangan juga mengkambing hitamkan masyarakat dengan terjadinya kemacetan di beberapa ruas jalan. Saya minta kebijakan satu arah ini perlu dikaji ulang, bahkan bisa kembali seperti semula sambil meningkatkan beberapa ruas jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan di sepanjang Jalan Budi Utomo,”pinta Novian. (opa)
