MIMIKA,(timikabisnis.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari mekanisme pengangkatan, Abrian Katagame, melaksanakan Reses Tahap III di Satuan Pemukiman (SP5), Sabtu (13/12/2025). Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya warga Kampung Umpliga, Distrik Jila, yang saat ini bermukim di wilayah SP5.
Dalam pertemuan bersama masyarakat, Abrian Katagame menyampaikan bahwa reses merupakan agenda rutin anggota DPRK untuk mendengar secara langsung kebutuhan serta persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang selama ini belum mendapatkan pelayanan pemerintah secara optimal.
“Reses ini kami lakukan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat Kampung Umpliga yang bermukim di SP5, baik terkait kebutuhan dasar maupun harapan mereka ke depan,” ujar Abrian.
Ia mengungkapkan, sejumlah aspirasi yang disampaikan warga antara lain permintaan pembangunan rumah layak huni, peningkatan fasilitas kesehatan, pembangunan jembatan penghubung, serta pemekaran kampung dan distrik di wilayah Umpliga dan sekitarnya.
Menurut Abrian, aspirasi pemekaran wilayah menjadi hal yang sangat strategis karena dinilai mampu memperpendek rentang kendali pemerintahan dan membuka akses pelayanan publik yang lebih merata bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
“Pemekaran kampung dan distrik ini penting agar pelayanan pemerintah bisa menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh secara maksimal. Aspirasi ini akan kami dorong dan perjuangkan di DPRK,” tegasnya.
Selain pemekaran wilayah, masyarakat juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur dasar, khususnya fasilitas kesehatan dan perumahan, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kampung Umpliga.
Abrian Katagame menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme DPRK, baik dalam pembahasan anggaran maupun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah terkait.
“Kami berharap usulan-usulan ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam pembangunan,” pungkasnya.(Anis Batalotak)

