Suasana Pertemuan Komisi A dengan Bagian Kesra Setda Mimika di Ruang Pertamuan Bagian Kesra Setda Mimika, Senin (8/8/2022)/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Dalam kegiatan pengawasan Komisi A DPRD Mimika ke Bagian Kessejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, komisi A yang membidangi pemerintahan, Politik dan Hukum ini, meminta agar program fisik yang ada di APBD tahun anggaran 2022 dapat rampung sebelum akhir tahun 2022.
Hal ini disampaikan Ketua dan anggota Komisi A saat menggelar pertemuan di ruang Rapat Bagian Kesra Setda Mimika, Senin (8/8/2022). Harapan ini disampaikan komisi A karena mengetahui bahwa serapan atau realisasi anggaran hingga bulan kedelapn masih nol persen.
Dalam pertemuan tersebut rombongan anggota Komisi A terdiri dari Ketua Komisi A, Daud Bunga,H, Wakil Ketua Komisi A, Nathaniel Murip,SH, H. Iwan Anwar,SH, MH, Yan Sampe,SE, Thobias Maturbongs dan Reddy Wijaya serta hadir pula Kepala Bagian Kesra Setda Mimika, Marthen Sawi, dan sejumlah staff diantaranya, Dessy Tanse, Benny Pagita dan Aminah Rombe.
“Sebagaimana penjelasan dari Kepala Bagian Kesra bahwa realisasi atau capaian program fisik dari bagian Setda sampai hari ini masih nol persen, harus dijelaskan kendalanya dan kenapa sampai ada keterlambatan. Karena itu kami berharap agar bisa dijalankan dan bisa rampung sebelum akhir tahun,”kata anggota Komisi A, Yan Sampe,SE.
Menurut Yan Sampe, kalau keterlambatan karena ada masalah dan lain hal tapi kenapa OPD lainnya bisa ada yang sudah berjalan. Ini mohon harus segera dirampung proses administrasi atau lelang lainnya untuk bisa segera direalisasikan.
Ketua Komisi A, Daud Bunga berharap agar Bagian Kesra harus bisa berkomunikasi dengan Dewan khususnya Komisi A agar ada usulan usulan yang diajukan untuk kepentingan Bagian Kesra demi kepentingan masyarakat dapat diperjuangkan dalam pembahasan.
“Kalau ada masalah program yang urgent untuk kepentingan masyarakat tentunya bisa dikomunikasikan dengan komisi A agar bisa diperjuangkan, apalagi di Komisi A ini ada beberapa anggota badan anggaran DPRD,”tegas Daud Bunga,H.
Wakil Ketua Komisi A, Nathaniel Murip meminta agar program fisik yang khusus untuk masyarakat agar lebih diprioritaskan atau dipercepat. Sebab terkadang dewan ini disalahkan dan bertanya tanya kapan program yang pernah dijanjikan dikerjakan.
“Mohon Kepala Bagian Kesra bisa mempercepat pengerjaan program khususnya bantuan untuk rumah ibadah, karena masyarakat biasa menilai Dewan ini hanya janji janji. Karena itu mohon untuk program fisik untuk rumah ibadah bisa dirampungkan sebelum Desember 2022 ini. Kami maklumi kalau ada hambatan soal pelelangan dan kontrak, namun kiranya sisa beberapa bulan ini bisa selesai tepat waktu,”pinta Nathaniel.
Sementara H.Iwan Anwar,SH,MH untuk bisa memiliki sejarah berdirinya rumah ibadah khusus di bagian pesisir, terutama soal sejarah berdirinya masjid yang ada di Kokonao. Karena banyak warga yang belum tahu persis kapan masjid di Kokonao itu dibangun.
“Selama ini kami hanya dengar dari orang orang tua saja, kalau bisa bagian Kesra bisa mempunyai data atau sejarah berdirinya masjid di Kokonao,”ungkap H. Iwan Anwar.
H.Iwan juga mengusulkan agar konstruksi pembangunan ruma ibadah maupun proyek apa saja yang di pesisir harus dapat menyesuaikan dengan kondisi alam dipesisir yan alamnya berpasir dan berlumpur, agar bangunan atau apapun yang dikerjakan bangunannya dapat bertahan.
“Karena kondisi alam yang berpasir dan berlumpur di pesisir, sehingga proyek fisik harusnya tidak menggunakan konstruksi beton, tapi baiknya dengan konstruksi kayu namun bertahan lama. Ini kita harus menyesuaikan dengan kondisi alam di pesisir, pengalaman di Distrik Atuka ada beberapa bangunan dan infrastruktur jembatan dibangun dengan konstruksi beton yang kondisinya sudah mulai rusak,”jelasnya.
Sedangkan anggota Komisi A lainnya Thobias Maturbongs mengatakan program penimbunan dan rehab untuk gereja dan rumah ibadah lainnya seperti masjid yang ada di Kokonao untuk bisa segera dilaksanakan sehingga realisasi anggaran bisa terserap.
“Mohon untuk program yang ada di Bagian Kesra untuk segera dilaksanakan, karena untuk memperindah halaman gereja dan pembangunan masjid yang ada di Kokonao bisa terlaksana,”kata Thobias Maturbongs.
Sedangkan anggota Komisi A lainnya, Reddy Wijaya menanyakan program program berupa bantuan rumah ibadah yang ada pada Bagian Kesra untuk tahun anggaran 2022.

Foto bersama Komiai A dengan Bagian Kesra Setda Mimika/Foto : husyen opa
Menanggapi masukan dan pendapat dari anggota Komisi A, Kepala Bagian Kesra Setda Mimika, Marthen Sawi mengakui bahwa realisasi anggaran dari Bagian Setda Mimika masih nol persen karena terkendala di verifikasi lapangan program program yang ada terutama alamat dan lokasi rumah ibadah, serta keterlambatan lelang namun kontrak saat ini suda siap dan segera dilaksanakan.
“Capaian baru nol persen karena beberapa hal yaitu soal keterlambatan lelang , surat kontrak, belum lagi selama dua bulan staffnya harus melakukan survey kelapangan untuk mencari tahu titik dan alamat dari program yang terakomodir di bagian Kesra, tapi kami yakin semua kegiatan akan bisa rampung sebelum Desember,”kata Marthen Sawy.
Dirinya juga mengaku, bahwa tahapan seperti lelang kontrak memang menjadi kendala, namun kami tidak mau pihak ketiga yang mengerjakan salah dalam menentukan rab dan lain sebagainya.
“Kami mau sebelum dikerjakan oleh pihak ketiga sudah tidak ada masalah, jangan sampai kontraktor yang kerjakan nantinya salah dalam menentukan rab dan volume bangunan fisik. Karena sekarang kontrak sudah siap, karena kegiatan kegiatan semua sudah sering kami kerjakan. Kami optimis sebelum Desember semua program fisik sudah rampung,”katanya.
Marthen Sawi berharap kepada dewan untuk tahun berikutnya agar usulan program melalui Pokok Pikiran (pokir) khusus bantuan untuk rumah peribadatan bisa jelas alamat atau lokasi, dan jelas usulannya apakah pembangunan, rehab atau penimbunan.
“Untuk tahun depan biar kita di Bagian Kesra lebih mudah untuk memastikan program yang diusulkan dewan agar bisa benar benar jelas alamat, nama rumah ibadahnya, jenis pembangunannya apa. Agar tidak seperti tahun 2022 ini, kami harus turun kelapangan selama kurang lebih dua bulan untuk mencari alamat pasti usulan dan nama gereja dan masjid. Biar mempermudah kita kedepan sehingga program juga bisa cepat dikerjakan,”pinta Marthen Sawi. (opa)
