MIMIKA, (timikabisnis.com)- Pemerintah Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku dana kemitraan PTFI, melalui kemitraan Kampung Sehat oleh Yayasan Rumsran, menggelar kegiatan Kick Off lokakarya pilar 1 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Selasa (24/6/2025).
Kegiatan yang berlangsung di ruang meeting kantor Badan Pembangunan Perencanaan Daerah (Bappeda) Jalan Mayon, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi ditandai dengan pukul Tifa.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan bahwa sanitasi bukan urusan teknis Dinas Kesehatan. Ini adalah persoalan lintas sektor yang berdampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat, derajat kesehatan, upaya pencegahan stunting hingga masa depan anak-anak bangsa.
Sesuai arahan Bupati Mimika, kata Yoga, tahun 2027 seluruh kampung dan kelurahan di Mimika wajib bebas dari praktik buang air besar sembarangan, seluruh OPD teknis wajib memasukan kegiatan sanitasi ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran, Kepala Distrik wajib bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan program ini di wilayahnya, Kepala kampung wajib mengalokasikan minimal 10-15 persen dana kampung untuk pembangunan sanitasi layak dan edukasi perubahan perilaku.
” Tidak ada toleransi terhadap OPD maupun kepala distrik yang abai terhadap perintah Bupati ini. Pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi setiap tri wulan dan hasilnya akan disampaikan dalam forum evaluasi kinerja daerah,” ucap Yoga kepada Timika Bisnis.com
Ia juga berharap agar masing-masing sektor dapat menjalankan kebijakan ini tidak hanya tertulis dalam dokumen perencanaan tetapi benar-benar diwujudkan menjadi aksi nyata di lapangan.
” Saya mengapresiasi kepada mitra pembangunan dalam hal ini PTFI, YPMAK, Yayasan Rumsran serta Unicef yang telah memberikan dukungan teknis, sumber daya dan pendampingan STBM di Mimika. Mari kita wujudkan Mimika Open Defecation Free (ODF) 2027 bukan hanya sebagai target administratif tetapi sebagai wujud tanggung jawab moral terhadap masyarakat,” tuturnya.
Senada juga disampaikan Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling bahwa program ini penting yang harus dikolaborasikan agar tercapai target yang diharapkan.
” Kami pahami banyak kendala yang dihadapi namun kami mengharapkan kolaborasi antar sektor dan semua semua pihak dalam menyamakan persepsi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Yohanna.
Menurutnya, persepsi berarti harus ada eksen. Bagaimana kita bisa berkoordinasi dan melakukan edukasi kepada masyarakat.
Untuk itu dukungan dan perhatian semua pihak sangat dibutuhkan. Semoga kegiatan ini dapat menghasilkan sebuah rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat, ujarnya.
Sementara itu, Deputi Program Perencanaan YPMAK, Billy Korwa mengatakan YPMAK melalui kemitraan kampung sehat oleh Yayasan Rumsran senantiasa mendukung kerjasama STBM.
Ia mengungkapkan perilaku hidup yang tidak sehat akan berdampak kepada masyarakat. Kesadaran masyaralkat dalam memahami akan pentingnya hidup sehat sangat diperlukan. Tujuan perubahan perilaku ini menjadi sebuah gerakan yang masif sehingga perubahan ini diharapkan merata di seluruh wilayah.
” Saya mewakili direktur YPMAK mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Bappeda yang telah memberi ruang dan tempat untuk menginisiasi banyak hal. Semoga kolaborasi tidak hanya sampai pada tahap komitmen saja” ujarnya.
YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PTFI, lanjutnya, terbuka untuk melihat semua perubahan. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya pada tatanan dokumen saja tetapi bisa diwujudkan dalam implementasi program.
Tak lupa, Billy juga menyampaikan bahwa pengalaman dari yayasan Rumsran diharapkan dapat ditularkan dan menjadi pelajaran yang berharga dalam mewujudkan sebuah perilaku kesadaran masyarakat.
” Mari kita berbagi pengalaman jangan ada yang ditutupi. Kita ambil pengalaman positifnya, bersama-sama berkolaborasi dengan didukung data yang baik sehingga ini menjadi bagian penting menuju tujuan di tahun 2027 mendatang,” pungkasnya. (Lyddia Bahy)

