Jalan Satu Arah Budi Utomo dan Jalan Bhayangkara Disoroti, Dewan Minta Kadishub Turun Lapangan

Sekertaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Al – Hamid/Foto : husyen opa

Timika,(timikabisnis.com) –  Banyaknya keluhan dari warga Mimika dan belajar dari beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di Jalan Budi Utomo yang satu arah dan Jalan Bhayangkara yang mamacetkan, Sekretaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Alhamid meminta agar Kepala Dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Perhubungan yang baru untuk turun langsung ke dua ruas jalan tersebut dan jalan lainnya untuk memastikan apakah aturan jalan satu arah dan dua arah benar benar sesuai kebutuhan pengguna jalan.

Permintaan tersebut disampaikan Saleh Alhamid karena banyaknya warga Timika khususnya pengendara roda dua, empat dan lainnya serta warga masyarakat yang menilai pemberlakuan jalan dua arah di Jalan Bhayangkara dan Jalan Budi Utomo bukan sebagai solusi tapi justru menimbulkan masalah bahkan kerap kali menimbulkan kecelakaan yang berujung merenggut nyawa orang.

“Jalan satu arah Budi Utomo seharusnya dari arah Diana Shopping Center menuju Pasar Sentral, bukan sebaliknya. Sebab Jalan Budi Utomo itu merupakan akses padatnya pengendara itu sebaliknya dari arah Diana Supermarket Jalan Budi Utomo menuju arah Pasar Sentral, Kalaupun tetap satu arah makan Jalan Budi Utomo hanya sampai di Bundara Timika Indah saja. Agar pengendara dari arah SP 2, SP 3 yang hendak ke Diana Mall saja dapat berputar di Bundara Timika Indah,”keluh Saleh Alhamid kepada wartawan di kantor DPRD Mimika, Senin (20/6/2022).

Menurut Legislator asal Partai Hanura itu bahwa, Jalan Budi Utomo merupakan salah satu akses tercepat menuju pasar sentral,karena semua orang butuh pasar.

Terkait dengan jalur itu juga, sebetulnya dari Hasanudin itu cukup sampai di bundaran timika indah, sehingga orang – orang dari SP 2 bisa mampir ke Diana tidak perlu putar terlalu jauh. Atau tidak perlu harus lewat jalan Belibis.

Terkait jalan Bhayangkara di Koprapoka itu dulunya satu arah, tetapi sekarang sudah tidak tertib lalu lintas.

“Disitu ibu – ibu menjual dan semakin tidak tertib karena ada lawanan arah. Sehingga jalan kopraka perlu dibuatkan satu arah, kemudian jalan bogenvil juga perlu dilakukan satu arah. Ini harus menjadi perhatian, perhatian dan perhatian oleh Dinas Perhubungan,”tegasnya.

Dirinya berharap bahwa keluhan dan kondisi ini karena adanya keluhan warga dan dirinya rutin memantau di lapangan, dan semoga apa yang disampaikan ini tentu dapat dipertimbangkan oleh Dishub untuk revisi.

“Kenapa sampai orang kecelakaan, karena kadang – kadang orang membutuhkan jalan yang cepat, kalau rambu – rambu menyusakan pengendara, maka mereka akan cari jalan sendiri untuk melawan arus. Contohnya, dari Jalan  Samratulangi menuju Pasar Sentral, tentu harus putar lewat  Jalan Yos Sudarso depan Jayanti sampai ke Timika Mall, orang kan perlu efisiensi waktu akses jalan yang lebih gampang,”ungkap Saleh.

Dijelaskan Saleh Al – Hamid, bahwa bundaran mini yang di pasar lama – Seruimekar sangat tidak efektif, bila perlu di padang traffic light saja. Dari pada bikin bundaran kecil seperti itu tentu mendatangkan kemacetan dan rawan akan terjadinya kecelakaan.

“Saya berharap, Dishub perlu melihat langsung dilapangan. Supaya pemasangan rambu – rambu itu sesuai dengan kondisi jalan. Jangan hanya banyak rambu dan pemberlakuan ruas jalan namun menyusahkan pengendara,”pintanya. (opa)

Administrator Timika Bisnis