MIMIKA,(timikabisnis.com) – Tokoh masyarakat Amungme, Hasan Kemong, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas lembaga adat di Kabupaten Mimika. Menurutnya, persatuan menjadi kunci dalam memperkuat peran lembaga adat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Hasan Kemong kepada wartawan di Gedung DPRK Mimika, Selasa (28/7/2026). Ia menyoroti dinamika yang saat ini terjadi di tubuh Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) maupun Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), yang dinilainya perlu diselesaikan melalui semangat kebersamaan.
Hasan mengatakan, perbedaan kepemimpinan yang terjadi di kedua lembaga adat tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan, termasuk dalam penyaluran dukungan pemerintah kepada lembaga adat.
“Sekarang ada hibah yang mau diperbantukan dari pemerintah ini jadi keruh. Mana yang mau dibantu, karena ada tiga pemimpin di lembaga adat (Lemasa dan Lemasko),” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan musyawarah sehingga Lemasa maupun Lemasko dapat kembali bersatu dalam satu kepemimpinan yang diterima bersama, demi kepentingan masyarakat adat.
Secara khusus, Hasan menyampaikan bahwa menurut pandangannya, kepemimpinan Lemasa yang diakui pemerintah dan masyarakat Amungme saat ini berada di bawah John Stignal Beanal. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai upaya yang dapat memperkeruh situasi.
“Bagi masyarakat, khususnya warga Amungme, mari menerima dan mendukung kepemimpinan tersebut dan tidak lagi terpengaruh oleh pihak-pihak yang coba memprovokasi munculnya perpecahan. Jangan ada yang menjadi provokator. Mari bergandengan tangan membangun lembaga adat ini dengan baik,” katanya.
Selain itu, Hasan juga berharap John Beanal dapat merangkul seluruh pihak agar dinamika internal di tubuh Lemasa dapat diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.
“Saya harap semua dirangkul supaya persoalan ini selesai. Jangan ada lagi pihak-pihak yang terus memprovokasi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hasan, persatuan di dalam lembaga adat merupakan modal penting untuk menjaga keharmonisan masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan di Kabupaten Mimika.
“Kami ingin wilayah ini tetap harmonis dan bisa bersama-sama dengan semua mitra membangun Mimika menjadi lebih baik,” tutupnya.(Anis Batalotak)

