Gedung Pasar SP 4 Diabaikan, Bahu Jalan Jadi Tempat Jualan, Nasib Pejalan Kaki?

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Gedung pasar yang dibangun pemerintah di wilayah Satuan Pemukiman (SP) 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, terkesan belum dimanfaatkan secara optimal oleh para pedagang. Mereka (pedagang) justru memilih berjualan di bahu kiri dan kanan jalan di depan gedung pasar tersebut.

Akibatnya, badan jalan yang seharusnya digunakan oleh pengendara dan pejalan kaki berubah menjadi lokasi aktivitas jual beli. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kepadatan arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Diketahui, Sebelumnya pemerintah telah beberapa kali mengarahkan para pedagang untuk menempati lapak yang tersedia di dalam gedung pasar. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama karena para pedagang kembali berjualan di bahu jalan.

Berdasarkan pantauan media ini, para pedagang berjejer di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan, tepatnya di depan Bank BRI hingga depan Bank Papua SP 4. Aktivitas pasar tersebut berlangsung setiap hari Minggu, mulai sekitar pukul 06.00 WIT hingga 11.00 WIT.

Kondisi tersebut membuat kawasan itu menjadi cukup padat. Para pengendara maupun pejalan kaki yang melintasi area tersebut terpaksa ekstra hati-hati karena ruang gerak di jalan menjadi terbatas.

Salah seorang warga yang ditemui saat berolahraga pagi berharap pemerintah segera mengambil langkah penertiban terhadap para pedagang yang berjualan di bahu jalan.

“Kalau bisa tolong sampaikan ke pemerintah untuk menertibkan pedagang yang berjualan di bahu jalan ini. Sangat mengganggu aktivitas pejalan kaki dan pengendara, rawan juga kalau sampai terjadi kecelakaan. Padahal sudah ada gedung pasar yang disiapkan, tapi mereka (pedagang) tidak mau tempati,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pedagang yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa sebagian besar pedagang yang berjualan di lokasi tersebut berasal dari luar wilayah SP 4.

“Setiap hari Minggu, sekitar pukul 06.00 WIT mereka sudah mulai berdatangan untuk berjualan di sini,” katanya.

Ia menambahkan, para pedagang sebenarnya tidak menolak berjualan di dalam gedung pasar. Namun menurutnya, fasilitas yang tersedia masih belum memadai untuk menampung seluruh aktivitas perdagangan.

“Kita sebenarnya mau jualan di dalam gedung pasar, tetapi pasarnya terlalu sempit. Ukuran lapak yang disediakan juga kecil, dan tempat parkir juga tidak ada,” ungkapnya.

Kondisi ini pun diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar pemanfaatan gedung pasar bisa lebih optimal, sekaligus menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut. (Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *