MIMIKA,(timikabisnis.com) – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) bersama Direktur Jenderal Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mimika – Papua Tengah, Kamis (1/5/2025).
Kunjungan Kerja ini dilalui dengan diskusi bersama tersebut berlangsung di salah satu hotel yang ada di Mimika.
Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI tersebut dalam rangka Evaluasi Daerah Otonom Baru di Papua Tengah.
Dalam kunjungan tersebut hadir Wakil Ketua Komisi II DPR – RI, Zulfikar Sadikin bersama jajaran Anggota Komisi II sebanyak 7 orang bersama dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Akmal Malik.
Selain itu, hadir langsung Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, Ketua MRP Papua Tengah, Anggota BP3OKP Papua Tengah, Forkopimda Papua Tengah, Bupati Se-Papua Tengah PJ. Sekda Papua Tengah Kepala Perwakilan BPKP dan BPK Papua Tengah, Staf Ahli Gubernur, Kepala BPN, beberapa pimpinan OPD di Papua Tengah, Forkopimda Kabupaten, Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Nabire dan lainnya.
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa dalam sambutanya merasa bangga atas kehadiiran Komisi II DPR RI ke Papua Tengah.
Dikatakan Gubernur Papua Tengah, Sebagaimana diketahui bahwa Papua Tengah tergolong provinsi yang masih baru dan saat ini kami sedang menjalani proses penting dalam pembangunan.
“Tentu saja perjalanan ini penuh dengan dinamika dan tantangan. Kami memahami bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada semangat dan kerja keras kami di daerah, tapi dukungan dan sinergi dengan pemerintah pusat, serta pengawasan dan arahan yang lebih, khususnya Komisi II,”ungkapnya.
Ia berharap, Papua Tengah bisa menjadi contoh provinsi baru yang berhasil dengan mengedepankan kolaborasi, transparansi, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kolaborasi ini, Ia menambahkan, pihaknya tengah melakukan rapat pada tanggal 15 April 2025 lalu, kami telah menginisiasi rapat kerja Asosiasi Gubernur se- Tanah Papua bersama rapat kerja Bupati se- Papua Tengah,” Jelasnya.
Melalui rapat ini, lanjut ungkap Gubernur Meki Nawipa, Kami membangun keterbukaan antara provinsi dan kabupaten. “Duduk bersama mendengarkan langsung kebutuhan nyata di lapangan dan mencari tau apa yang bisa provinsi bantu untuk mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan di seluruh Papua, khususnya di Papua Tengah,” sebutnya.
“Membangun Papua Tengah tidak bisa hanya dilakukan dari kantor gubernur saja. Dibutuhkan kerjasama yang erat, saling percaya dan kesungguhan semua pihak. Dan kami yakin dengan sinergi yang baik bersama pemerintah pusat dan DPR RI. Harapan besar rakyat Papua Tengah akan perlahan lahan menjadi kenyataan,”imbuhnya.
Semoga dengan kunjungan ini, Ia berharap Komisi II DPR RI dapat memberikan arahan, masukan sekaligus dukungan berbagai kebutuhan dan tantangan nyata yang kami hadapi, baik dari aspek regulasi, tata kelola pemerintahan, pelaksanaan, Pemilukada maupun pembangunan daerah kedepan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arae Sadikin mengaku diterima dengan penuh sukacita dan berharap silahturahmi ini menjadi keberkahan sebagai DOB di Papua.
Mudah mudahan, silaturahmi, anjangsana kita ini membawa keberkahan untuk Papua Tengah sebagian DOB di Tanah Papua.
“Yang jelas kami kesini ada 8 orang, bukan untuk nanya macam macam, bukan mau menguliti, apalagi menghakimi. Justru kami ingin lebih banyak mendengar yang sesungguhnya dan senyatanya. Bukan yang dibuat buat, bukan yang dikarang karang. Tapi Kami ingin dengar yang benar benar terjadi. Agar kita bisa menindaklanjuti di DPR RI untuk kemajuan Papua Tengah,” sebutnya.
Kemudian,Ditjen OTDA Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik menjelaskan, evaluasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kemendagri untuk mendorong pelaksanaan otonomi khusus di empat DOB Papua, yakni Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.
Ia mengungkapkan, Ada 12 agenda utama yang menjadi amanah dari hadirnya DOB.
“Dari 12 agenda utama terhadap empat DOB ini, saya melihat yang paling menunjukkan progres paling signifikan adalah Papua Tengah. Ini bukti bahwa keberhasilan sistem sangat tergantung pada kualitas aktor-aktornya. Apresiasi kami untuk Papua Tengah. Mudah mudahan, Kekompakan, synergritas yang terus di bangun agar terus berjalan untuk kemajuan Papua Tengah,”pungkasnya. (Red)

