Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme/Foto : husyen opa
Timika, (timikabisnis.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melalui pimpinan dan sejumlah anggota meminta kasus dugaan gizi buruk perlu diseriusi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, lebih khusus Dinas Kesehatan.
Anggota Komisi C DPRD Mimika, Elminus B Mom mengatakan, masalah kasus gizi buruk perlu ada keterlibatan dari semua pihak, baik itu dari Keluarga, Pemerintah Desa/ Kampung, dan Pemerintah Kabupaten.
“Kita tidak bisa salahkan satu pihak saja, tetapi harus ada kerjasama dari semua lintas sektor dalam penanganan gizi buruk,” ungkap Elminus.
Hal senada juga dilontarkan Wakil Ketua 1 DPRD Mimika, Alex Tsenawatme kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (1/3/2023), mengungkapkan bahwa, masalah gizi buruk ini sudah dibicarakan Kemarin (red) pada rapat koordinasi Forkopimda Kabupaten Mimika dengan Pj Gubernur Papua Tengah.
“Hal ini penting, bagaimana penanganan gizi buruk, yang mana ada temuan – temuan di Timika ini. Jadi ini harus betul – betul kita sama – sama berperan untuk melihat hal ini, lebih khusus pada Dinas terkait, “tegas Aleks Tsenawatme.
Menurutnya, masalah gizi buruk inikan sudah lama, tapi selama inikan belum ada pernah ada keseriusan dari pemerintah.
“Harapan kami (Dewan) bahwa harus ada keseriusan untuk tangani hal ini.
Artinya bahwa ini kasus ini membuat citra kita tidak baik, karena APBD di Mimika ini sangat besar namun masyarakatnya ada yang gizi buruk,”cetusnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Reynold Ubra saat dikonfirmasikan terkait kasus ini kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (1/3/2023) siang tadi menjelaskan, kondisi anak kalau disebut gizi buruk itu dari lahir dengan lingkar kepala kurang dari 3 cm, panjang badan kurang dari 48 cm, dengan berat badan saat lahir itu kurang dari 2,4 Kg.
“Sementara Kasus gizi buruk yang diberitakan itu Tuberkulosis (TB), jadi kasus gizi buruk atau gizi kurang di Timika itu masih rendah dari angka nasional,”Jelas Raynold. (opa)
