Timika (timikabisnis) – DPRD Mimika mendukung keputusan Bupati Mimika untuk membuat Balai Latihan Kerja di Kabupaten Mimika untuk melatih dan membimbing anak Papua dan anak Mimika agar mereka bisa trampil dalam bidang teknis.
Demikian dikatakan Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme di ruang kerjanya, Selasa (9/3). Menurut Alex kehadiran BLK tidak hanya melatih anak-anak agar trampil dalam bidang tertentu, tapi bagaimana pemkab menyiapkan SDM anak Mimika agar siap memasuki pasar kerja.
Pemkab segera berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, dan Kementrian Tenaga Kerja RI soal dana pembangunan, soal fasilitas peralatan dan tenaga instruktur.
Aleks menuturkan soal gedung pemkab pernah bangun BLK di SP 2 dan sudah jadibisak pakai itu saja dan Pemkab selesaikan masalah tanahnya saja. Dari pada bangun baru butuh anggaran besar lagi, lebih baik manfaatkan yang sudah ada, hanya pemkab cari fasilitas peralatannya seperti mesin- mesin alat teknis laiinya untuk pelatihan ini.
Pemkab jelas Alex harus berkoordinasi dengan Kemenaker soal kurikulum pelatihan, tenaga pengajar dan peralatannya. ” Pemkab juga bisa bekerjasama dengan PT Freeport mereka bisa bantu apa saja. satu tujuan Timika siapkan anak-anak Papua yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan Freeport dan kontraktor lainnya di lingkungan PTFI,” terang Aleks.
Kedepan terang dia, setelah ada BLK Pemkab Mimika buat aturan penerimaan karyawan satu pintu dengan rekomendasi Bupati atau Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika. Melarang PTFI dan kontraktor menerima tenaga kerja dari luar. Pemkab akan ada petugas yang jaga di bandara jika ada tanda-tanda orang baru, langsung di karantina dan dipulangkan ke daerah asalnya.
Kemudian Disnaker Timika harus terapkan aturan tegas bahwa semua perusahaan wajib lapor dan wajib p3kerjakan anak Papua dan anak Mimika. Yang tidak bersedia diberi sanksi saja. (don)

