Derita Warga Kampung Ohotya: Kesulitan Air Bersih, Belum Terima Bantuan Pemerintah maupun Freeport

Ohotya (timikabisnis) – Warga Kampung Ohotya, Distrik Mimika Timur Jauh, masih harus berjuang keras mendapatkan air bersih. Setiap hari mereka menempuh perjalanan satu hingga dua jam menggunakan perahu menuju sumber mata air terdekat. Keluhan ini disampaikan langsung warga saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRK Mimika di Balai Kampung, Kamis (22/10/2026).

Kepala Kampung Ohotya, Bernardus Irahewa, dengan nada haru menceritakan kesulitan yang dialami warga. Untuk mengangkut air bersih, mereka menghabiskan sekitar 70 liter bahan bakar minyak untuk mesin tempel perahu setiap kali berangkat ke sumber air.
“Selama ini kami belum mendapatkan bantuan apa pun baik dari pemerintah maupun pihak Freeport. Tim SLD sudah dua kali datang melakukan pemetaan kampung dan berjanji akan membangun sumur, namun sampai sekarang belum ada hasilnya,” ujar Bernardus. Ia menambahkan, warga sering mengeluh kepadanya karena harapan bantuan tersebut belum terwujud.

Selain krisis air bersih, warga juga membutuhkan perumahan layak huni. Bantuan rumah yang pernah diterima berasal dari dana Eme Neme Yauware tahun 2010, dan hingga saat ini belum ada program serupa lagi. Beberapa kebutuhan lain yang mendesak antara lain penerangan rumah, perbaikan gereja yang sudah rusak, serta pembangunan dermaga permanen.

Warga kampung Daniel Bikiaru menyampaikan aspirasi tambahan. Ia meminta pihak berwenang membantu kesempatan kerja bagi pemuda kampung, serta penambahan tenaga pengajar di sekolah. Saat ini kepala sekolah yang bertugas sudah berusia lanjut dan sering sakit‑sakitan.

Terkait persoalan air bersih, anggota Komisi I DPRK Mimika H. Iwan Anwar, SH, menyatakan bahwa akses air bersih merupakan hak dasar warga negara yang diatur dalam undang‑undang dan Perda Kabupaten Mimika.
“Apa yang bapak‑ibu sampaikan adalah hak dasar. Undang‑Undang No. 17 Tahun 2019 menyatakan negara menjamin hak rakyat atas air guna memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari‑hari bagi kehidupan yang sehat dan bersih, dalam jumlah cukup, kualitas baik, aman, dan terjangkau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini pengelolaan air bersih sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah karena belum ada perusahaan yang mengelolanya. Sekarang telah dibentuk Perusahaan Daerah (Perusda) untuk mengelola sumber daya air di wilayah Mimika. Ada dua opsi penyelesaian yang dapat dipertimbangkan, yaitu penyaluran air dari sumber mata air atau pembuatan sumur bor.

Petugas kesehatan setempat juga menyampaikan kendala pelayanan. Saat ini hanya tersedia satu rumah dinas yang dipakai secara bergiliran oleh petugas. Selain itu, transportasi rujukan pasien masih sulit dan selama ini warga bergantung pada bantuan pengusaha setempat untuk mengantar orang sakit ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Ketua DPRK Mimika Primus Natikapareyau menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kampung atas penerimaan kunjungan kerja tim. Ia menyarankan agar semua usulan warga disampaikan melalui surat resmi agar dapat menjadi bahan pegangan untuk diteruskan ke dinas terkait.
“Kami turun langsung mendengar dan melihat kondisi riil di lapangan. Semua ini akan kami sampaikan kepada Bupati dan dinas‑dinas terkait,” tegasnya.

Anggota Komisi I lainnya Esterika Agustina Komber menyarankan, untuk pengajuan bantuan perumahan, pihak kampung dapat menyusun proposal untuk disampaikan kepada Bupati melalui bagian Kesejahteraan Rakyat.

Menutup pertemuan, Ketua Komisi I DPRK Mimika Alfian Akbar Balyanan menyatakan semua aspirasi warga Kampung Ohotya telah dicatat tim komisi dan akan disusun menjadi kesimpulan hasil kunjungan. Ia juga berjanji akan membangun satu rumah untuk warga Kampung Ohotya.

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi I, Alfian Akbar Balyanan, SH diikuti Wakil Ketua Komisi Daud Bunga, SH, Sekretaris Anton Pali, SH, Iwan Anwar, SH, Esterika Agustina Komber, Fredie Kemaku, Matius Yanengga, dan Agustinus Murib. Rombongan didampingi langsung ketua DPRK Mimika, Primus Natikapareyau.(don)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *