Dari Sampah Jadi Sembako, Kios Sampah di Inauga – Distrik Wania Mulai Dijalankan

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Kios Sampah di Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, yang diresmikan pada 21 November 2025 lalu sebagai pusat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, kini mulai dijalankan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Melalui kios sampah tersebut, warga dapat menukarkan sampah kering yang telah dipilah dengan sembako. Sampah yang disetor ditimbang dan selanjutnya dikonversi menjadi poin melalui aplikasi digital untuk memudahkan transaksi, termasuk sistem tabungan dan penjemputan sampah.

Pantauan pada Sabtu (7/2/2026) pagi, sejumlah warga terlihat mulai melakukan penimbangan sampah di kios sampah Inauga. Selain dari warga, petugas juga melakukan penjemputan sampah dari Dapur MBG untuk kemudian ditimbang.

Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, mengatakan operasional kios sampah di wilayahnya, khususnya di Inauga, sejauh ini telah berjalan meski belum maksimal.

“Untuk kios sampah di distrik, khususnya di Inauga, sebenarnya sudah berjalan. Warga sudah datang menimbang, ada yang meminta dibayar langsung, ada juga yang memilih ditabung lewat aplikasi,” kata Merlyn saat dihubungi melalui via WhatsApp.

Ia mengakui, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala, seperti keterbatasan jumlah petugas dan sosialisasi yang belum merata, sementara volume sampah yang masuk tergolong tinggi hingga hampir memenuhi gudang penampungan.

“Kami masih terkendala pada petugas dan sosialisasi yang belum merata, sementara volume sampahnya cukup tinggi sampai gudang hampir penuh,” ujarnya.

Meski demikian, pihak Distrik Wania terus melakukan pembenahan terhadap sistem pengelolaan sampah agar aktivitas kios sampah dapat berjalan lebih optimal.

“Kami atur supaya ada jadwal tetap, ada penanggung jawab yang jelas, dan pengiriman ke pengepul tidak menunggu sampai sampah menumpuk,” jelasnya.

Menurut Merlyn, penerapan sistem pengelolaan sampah dari pola konvensional kumpul–angkut–buang menjadi pilah–kumpul–tabung diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga.

“Bagi kami ini bukan soal seremoni. Kami ingin kios sampah ini benar-benar menjadi solusi kebersihan dan juga memberi nilai ekonomi bagi warga. Jadi sambil berjalan, kami rapikan. Yang penting programnya tidak berhenti dan terus kami perbaiki,” pungkasnya.(Lyddia Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *