Dapil Mimika 2, Satu Partai Mustahil Dapat Dua Kursi

Yosep Temorubun, S.H. Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat PDI Perjuangan Kabupaten Mimika (BBHAR PDI Perjuangan Kabupaten Mimika)/Foto : istimewa

Timika, (timikabisnis.com) – Pesta demokrasi di Timika Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah yang kini hampir usai, masih menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat terkait siapa-siapa calon anggota legislatif Kabupaten Mimika yang berhasil menduduki kursi panas DPRD Kabupaten Mimika.

Beredarnya sejumlah pesan berantai terkait nama-nama yang lolos sebagai Caleg terpilih telah menimbulkan opini tersendiri bagi masyarakat. Sejumlah masyarakat pun bahkan telah mempercayai pesan berantai yang tidak jelas sumbernya tersebut.

Tak terkecuali di Dapil Mimika 2, disitu tertulis salah satu Partai berhasil memperoleh dua kursi oleh karena memiliki suara tertinggi diantara sejumlah partai lainnya.

Menanggapi hal tersebut, berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat distrik yang telah mencapai seratus persen.

Yosep Temorubun, S.H. Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat PDI Perjuangan Kabupaten Mimika (BBHAR PDI Perjuangan Kabupaten Mimika) mengungkapkan bahwa berdasarkan data hasil rekapitulasi suara, sangat tidak memungkinkan apabila salah satu partai mendapatkan dua kursi di Dapil Mimika 2.

“Tidak mungkin satu partai dapat dua kursi, karena sekalipun perolehan suara salah satu partai tertinggi tetapi berdasarkan sistem perhitungan sainte lague, partai tersebut sulit untuk mendapatkan dua kursi, karena masih dibawah perolehan kursi terakhir, bahkan masih dibawah empat partai lainnya yang notabanenya tidak mendapatkan kursi yang harus dilewati oleh partai tersebut. Karena untuk perolehan kursi kedua partai tersebut berada pada urutan ke-sembilan”.

Berdasarkan hal tersebut, PDI Perjuangan berharap agar PPD dan KPU Kabupaten Mimika untuk tetap konsisten dalam memutuskan perolehan suara berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat distrik Dapil Mimika2.

Selain itu, ia juga berharap agar masyarakat tidak mempercayai pihak-pihak yang sengaja membuat pesan berantai dan sengaja menciptakan isu yang tidak benar. ujarnya. (opa) 

Administrator Timika Bisnis