Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Mediasi Tuntutan Warga Ayuka dengan PT Winfast

Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya, Peltu Monab Supriyanto melakukan mediasi antara warga Suku Kamoro yang ada di Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh yang menuntut rugi kepada PT winfast terkait rencana pemindahan tiang pancang pembangunan PLTU yang dialihkan ke Sorong, Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Jumat (12/2). /Foto : istimewa

TIMIKA (timikabisnis.com) – Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya, Peltu Monab Supriyanto melakukan mediasi antara warga Suku Kamoro yang ada di Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh yang menuntut rugi kepada PT winfast terkait rencana pemindahan tiang pancang pembangunan PLTU yang dialihkan ke Sorong.

Sebagai aparat komando kewilayahan, Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya hingga saat ini terus aktif aktif dalam melaksanakan berbagai kegiatan sosial di wilayah binaan sekaligus melakukan upaya pemecahan permasalahan yang terjadi ditengah tengah masyarakat.

Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya, Peltu Monab Supriyanto melakukan mediasi terkait tuntutan adat masyarakat suku Kamoro, Jumat (12/02).

Kegiatan tersebut dilakukan di Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, tuntutan tersebut dilatarbelakangi oleh rencana pemindahan tiang pancang yang diletakan di kampung Ayuka. Tiang pancang tersebut berjumlah 3000 buah yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan PLTU namun rencana tersebut batal karena pembangunan PLTU dialihkan ke Sorong.

Masyarakat Ayuka menuntut ganti rugi hak ulayat sebesar 500 juta rupiah kepada PT.Winfast selaku kontraktor ditambah dengan biaya sandar yang dibayar terpisah.

Peltu Monab dalam kesempatan ini menyampaikan agar tuntutan yang dibebankan tidak terlalu besar karena bisa memberatkan pihak lain dan menghambat pembangunan kedepannya.

Setelah dilakukan mediasi, belum ditemukan titik temu dan perundingan akan dilakukan lagi dalam beberapa waktu kedepan.

Babinsa pun menyampaikan agar selama proses mediasi dengan pihak perusahaan masyarakat bisa bersabar dan tidak melakukan aksi yang merugikan orang lain.

Warga pun berterima kasih dengan adanya mediasi yang dilakukan oleh Koramil dan warga meminta Koramil hadir menjadi mediator lagi pada pertemuan berikutnya sehingga kegiatan bisa berjalan aman dan lancar. (opa)

Administrator Timika Bisnis