Pallawa KKSS Usung Misi Kemanusian, Bantu Evakuasi dan Makamkan Warga Pendulang Yang Meninggal

Anggota Pallawa KKSS Mimika dibantu warga saat memakamkan Almarhum Rizky Putra warga Sulawesi Selatan dengan profesi pendulang tradisional yang meninggal karena sakit Malaria, di pekuburan Umum di Kelurahan Kamoro Jaya SP 1, Kamis (5/8)/Foto : Istimewa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Organisasi Sosial Kemasyarakatan Pallawa yang bernaung resmi di bawah induk organisasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika yang mengusung misi Sosial kemanusian, pada Kamis (5/8) membantu mengevakuasi salah satu warga Sulawesi Selatan yang tidak memiliki keluarga di Timika yang meninggal di lokasi pendulangan tradisional Mile 37 bahkan sampai dengan proses pemakaman di Pekuburan  Umum SP 1 Kelurahan Kamoro Jaya.

Pada Kamis (5/8), Pallawa KKSS yang menerima informasi bahwa ada warga pendulang dari Mile 37 bernama Rizky Putra (asal Kab Wajo) yang meninggal dan tak punya keluarga di Mimika, langsung merespon dengan mengirim anggotanya bersama sebuah mobil jenasah milik pengurus KKSS Mimika, langsung menjemput dan mengevakuasi jenasah ke RSUD Mimika.

Ketua Pallawa KKSS Mimika, H.  Kamarudin (H.Lois) kepada timikabisnis.com di ruang jenasah RSUD Mimika mengaku, sebagai organisasi kemasyarakatan dengan misi kemanusian Pallawa KKSS langsung bergerak untuk mengevakuasi jenasah untuk dibawah ke ruang jenasah RSUD yang diduga meninggal karena sakit malaria.

“Sesuai pengakuan dari rekan Almarhum Rizky sesama pendulang, bahwa awalnya mereka mengevakuasi Rizky masih dalam sadarkan diri dari Camp Pendulang untuk dibawah ke Timika bermaksud untuk berobat dengan menggunakan gerobak pasir. Namun baru perjalanan beberapa saat, Alm Rizky menghembuskan nafas terakhir diatas gerobak pasir. Dan rekan rekannya pu menginformasikan ke Sekretariat Pallawa KKSS bahwa jenasah tetap melanjutkan dengan menggunakan gerobak pasir menuju Mile 32 di Jalan Agimuga ujung, dan tim Rescue Pallawa KKSS pun tiba dan langsung membawa jenasah ke RSUD untuk disemayamkan,”aku H. Lois.

H.Lois mengakui, foto maupun data diri dari Almarhum Rizky sendiri sudah disebarkan di kalangan group Whatshap KKSS, IPSS, Pilar Wajo maupun Group Pallawa KKSS namun tak ada yang mengenali dimana keluarga terdekatnya. Dan atas pengakuan dari teman sesama pendulang bahwa Rizky tak punya keluarga dekat yang ada di Timika.

“Setelah kami coba berkoordinasi dengan pengurus KKSS, Pengurus Pilar Wajo dan warga lainnya, dan akhirnya diputuskan untuk dimakamkan di Lokasi Pekuburan Umum Sp 1. Dan tim Pallawa KKSS Mimika akhirnya bergerak cepat dibantu pengurus Pilar Wajo dan warga Sulsel yang ada di Timika untuk memandikan dan mensholatkan di Ruang jenasah RSUD Mimika. Alhamdulillah proses evakuasi sampai memandikan dan mengkafani serta mensholatkan hingga proses pemakaman semua berjalan lancar,”katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Pallawa KKSS, Aswar bahwa Pallawa KKSS sebagai sebuah organisasi sosial kemasyarakatan bekerja dengan ikhlas serta mengedepankan misi kemanusian untuk membantu siapa saja yang membutuhkan, terlebih seperti warga yang kurang mampu dan tak punya keluarga di Timika.

Para pengurus dan anggota Pallawa KKSS Mimika saat menyolatkan jenasah Alm Rizky Putra salah satu pendulang yang meninggal di Camp Pendulang Mile 37, di ruang jenasah RSUD Mimika, Kamis (5/8)/Foto : husyen opa

“Pallawa KKSS punya satu komitmen untuk siap membantu siapa saja warga Mimika yang membutuhkan bantuan selalu siap, terlebih dalam hal soal adanya warga yang meninggal dari golongan tak mampu kita turun membantu dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Itulah misi kami Pallawa KKSS, kami sukarela membantu siapa saja. Orang dari warga atau Suku lain saja kami bisa bantu, apalagi saudara atau warga kami dari Sulawesi Selatan yang ada di tanah rantau wajib kami bantu,”tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I KKSS Mimika, H. Ir. Munawir Yakub,M,Si melalui pesan singkat whatshapnya kepada timikabisnis.com menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada organisasi Pallawa KKSS yang telah membantu mengevakuasi dan hingga membantu proses pemakaman warga Sulsel Almarhum Rizky Putra  yang berprofesi sebagai pendulang yang meninggal di lokasi pendulangan tradisional.

“Belajar dari pengalaman yang dialami almarhum Rizky Putra, agar seluruh warga Sulawesi Selatan yang ada di Mimika dan apapun profesinya untuk bisa melaporkan diri dan identitasnya ke Pilar pilar atau ke pengurus KKSS sehingga bisa terdata. Sehingga ada masalah seperti yang dialami Alm Rizky Putra pengurus KKSS atau pilar pilar bisa merespon dan bisa gampang untuk mengetahui atau menghubungi keluarga,”pinta H.Munawir.

Seperti pantauan timikabisnis.com, dalam rentan waktu kurang dari empat jam,proses evakuasi jenasah dari Mile 37 hingga proses pemakaman alm Rizky Putra berjalan lancar. (tim)

Administrator Timika Bisnis