Timika (timikabisnis) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika mengakui belum bisa menjangkau daerah pegunungan karena aksesnya cukup sulit.
Sekretaris Disdukcapil Mimika, Lukas Tahitu kepada wartawan, Senin (7/6) mengatakan Minggu lalu petugas Disdukcapil baru kembali dari Agimuga dan Kokonao untuk pelayanan administrasi kependudukan.
Saat ini kata Lukas, banya warga pegunungan seperti Jila dan Hoya ada di Timika. Ada warga di SP2 yang petugas sudah layani mereka baik untuk KTP,
Kartu Keluarga, akte nikah, akte kelahiran dan akte kematian. Jadi sebagian warga Jila dan Hoya yang selama ini ada di Timika sudah mendapat pelayanan Adminduk.
Disdukcapil jelas dia, dinas yang tugasnya melayani masyarakat. Dinas pelayanan tidak berurusan dengan proyek. Jika ingin bicara proyek silahkan ke OPD lain, kalau Disdukcapil tugas utamanya adalah pelayanan kepada masyarakat di daerah ini.
Untuk daerah pesisir jelas dia, petugas selalu ada dan turun rutin. Jika distrik meminta petugas Disdukcapil siap layani dan turun ke distrik.
Sedangkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo SSTP, MSi melalui saluran WA, mengatakan pelayanan di Disdukcapil jalan seperti biasa dan tidak terganggu dengan pengurangan honorer.
“Pelayanan di dinas maupun di beberapa distrik masih jalan seperti biasa. Bagi Disdukcapil tidak terganggu dengan penghentian honorer yang ada di pemkab saat ini” ujar dia. (*)

