Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng,S.IP, MA/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Ketua DPRD Mimika Robbi Kamaniel Omaleng,S.IP, MA mengimbau seluruh warga kabupaten Mimika selama bulan puasa dimana umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa agar tetap menjaga toleransi antar umat beragama.
“Mari bersama sama tetap menjaga toleransi antar umat beragama, yang mana selama ini telah berjalan dan terjalin dengan baik antar umat. Umat saling mendukung dalam kebersamaan dengan semangat persaudaraan, seperti Motto daerah Mimika Eme Neme Yauware,”kata Robby Omaleng, Rabu (14/4).
Menurutnya, pada Hari Raya Paskah umat Nasrani kemarin yang turut dijaga keamanannya oleh umat Islam dan umat beragama lainnya di Mimika, maka di bulan puasa atau Bulan Ramadhan ini giliran umat Nasrani serta umat lainnya yang melakukan pengamanan.
“Kemarin Paskah umat Islam turun langsung membantu pengamanan dan menjaga kenyamanan umat melaksanakan hari raya paskah, sekarang di bulan puasa juga umat Kristiani yang gantian jaga. Ini kebersamaan yang sudah ada sejak dulu kala,” katanya.
Disisi lain, selama bulan ramadhan diharapkan dinas teknis untuk mengintervensi harga pasar sehingga harga bahan pokok agar tetap normal dan tidak melonjak naik, seperti harga komoditas cabe yang tembus 150 ribu rupiah per kilogram di Pasar Sentral sekarang ini.
“Pengawasan dari dinas serta komunikasi dan imbauan dinas kepada para pedagang akan membuat terjaganya kestabilan harga jelang hari raya Lebaran bulan depan,” sebutnya.
Robby menambahkan, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika perlu mengendalikan harga bahan pokok di pasar-pasar dan toko, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan perlu mengintervensi agar ketersediaan daging hewan dan telur ayam tetap mencukupi kebutuhan konsumsi warga Mimika, demikian pula Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perkebunan serta Kantor Bulog Timika perlu menjalankan perannya sehingga ketersediaan bahan makanan tetap aman di bulan puasa ini.
“OPD teknis terkait harus bekerja agar stok Bama aman dan yang tak kalah penting harganya harus tetap normal, jangan melambung naik tinggi. Kasihan masyarakat,” harapnya.
Ia meminta agar para pengusaha dan pedagang di Kabupaten Mimika tidak menggunakan kesempatan dalam kesempitan untuk menaikkan harga barang yang membebani warga konsumen di Mimika.
“Tidak boleh ada permainan penimbunan barang yang berakibat harga barang melambung tinggi,” tegasnya. (opa)
