Dua Minggu ini Agen Belum Pasok Ikan ke Pedagang Pasar Sentral

Timika (timikabisnis) – Dalam dua minggu terakhir ini pasokan ikan ke sejumlah pedagang di pasar Sentral Timika menurun. Para pedagang bingung apa alasan sehingga agen besar yang memasukan ikan belum kirim ikan, sehingga para pedagang menjual stok yang ada saja.

Salah satu pedagang Harpin kepada wartawan di lapak ikan Pasar Sentral, Selasa(24/2) mengatakan pihaknya belum mendapat penjelasan dari agen kenapa pengiriman selama dua minggu menurun. Mestinya mereka menjelaskan alas an ke kami supaya kami tahu dan antsipasi. “ Wartawan lihat sendiri saya tidak jual ikan lagi dan hanya jual sontong (cumi) yang kecil. Biasanya selama ini dirinya dapat pasokan ikan dari Portsite, tapi selama dua minggu kadang sekali ada stok ikan. Saya tidak tahu apakah kondisi laut ada gelombang besar. Atau memang stok menipis sehingga tidak bisa kirim ke kami di pasar,” kata Harpin.

Harpin menuturkan meski stok terbatas dirinya dan rekan-rekannya menjual ikan dengan harga standard tidak ada kenaikan karena stok menipis.
Harpin mengatakan jika satu minggu kepan ini agen tidak kirim ikan ke pasar bisa jadi pedagang tidak lagi berjualan. Jika ada teman-teman pedagang masih menjual ikan itu stok lama yang mereka jual kasih habis. Stok yang ada sekarang hanya Lema, kalau kutilang, kakap, bandeng , ikan merah dan udang itu stok sisa yang mereka jual kasih habis.

Maryati penjual cakalang asar mengakui memang stok cakalang yang ada difreesernya masih ada. Sementara dalam dua minggu terakhir ini tidak ada agen yang datang antar ikan ke pedagang dipasar baru ini. Dirinya menjual cakalang asar, dengan harga, yang besar Rp60 ribu, sedang Rp50 ribu, dan kecil ada Rp40 ribu, ada Rp30 ribu. “ Harapan kami dalam minggu ini agen sudah bisa penuhi permintaan teman-teman pedagang di pasar sehingga, para pedagang bisa jual lagi dengan aman,” ujar Maryati.

Pedagang lain, Haikal, mengatakan dirinya tidak tahu alasan apa sehingga dalam dua minggu ini pasokan ikan tidak masuk ke pedagang di pasar. Apakah cuaca buruk di laut atau terjadi gelombang tinggi sehingga nelayan tidak pergi melaut. Saat ini dirinya dan para pedagang hanya menjual stok ikan yang ada.

Dirinya menjual kutilang, kakap putih dan udang. Tapi kakap putih habis sehingga menunggu dari agen Saat ini yang ada ikan kecil saja, termasuk udang. Untuk ikan meski stok terbatas, pedagang jual dengan harga lama, dan tidak kenaikan. Stok yang ada hanya ikan lema. Jika ada pedagang yang jual kutilang, kakap putih, kakap merah, bawal, dan ikan besar lainyan itu persediaan lama sehingga mereka jual kasih habiis.

Haikal mengakui, tidak tahu soal kondisi di pelabuhan ikan atau kondisi dilaut seperti apa, karena mereka penjual di pasar, dan tidak pernah ambil langsung ikan ke pelabuhan. Ada agen yang selalu pasok rutin ikan ke semua pedagang di pasar Sentral Timika. Jika agen sudah dua minggu tidak pasok bisa saja persediaan di pelabuhan ikan terbatas, bisa saja cuaca buruk dan gelombang laut. “ sebagai pedagang kami menunggu saja kapan agen pasok ikan ke pasar, dengan harapan jangan lebih dari satu minggu ini,” ujar Haikal.

Amirullah mengatakan, dirinya bersama beberapa temanya, masih menjual beberapa jenis ikan seperti momar, ikan merah, kutilang, lema, cumi (sontong) dan kakap. Itu stok sebelumnya yang masih ada di freezer milinya. Soal harga Amirullah mengakui, masih jual dengan harga standar, walaupun persediaan berkurang dirinya jual dengan harga lama. Misalnya lema dan momar hanrga standar Rp35 ribu, bawal Rp 50 ribu. Untuk udang memang lagi kosong sehingga dirinya jual rp 75 ribu/kilo, dan kalau normal harganya Rp60 ribu. “ kami harapkan dalam minggu ini sudah ada agen yang pasok ikan ke pasar sehingga pedagang tidak kuatir lagi soal kekosongan ikan dan tidak menjual lagi,” jelas Amirullah. (don)

Administrator Timika Bisnis