PHRI dan Pengusaha Jasa perhotelan Sebaiknya Datang Mengadu ke Dewan

Timika (timikabisnis) – Pengusaha Hotel dan Restaurant Indonesia Kabupaten Mimika (PHRI) sebaiknya mengadukan persoalan yang dialami selama masa pandemi ini kepada Komisi B DPRD Mimika. Memang masa pendemi sudah hampi satu tahun sekaligus belum ada tanda-tanda kembali pulih dan normal dan para pengusaha hotel sangat merasakan dampaknya.

“ Boleh bentuk opini di media, tapi sebaiknya mari kita duduk dan diskusi bersama dengan Komisi B DPRD Mimika mungkin ada jalan keluar terbaik. Jika berbagai cara sudah ditempuh manajemen hotel tapi tidak ada pertumbuhan yang menggembirakan mari coba teman-teman PHRI bahwa persoalan ini ke DPRD supaya kita bisa diskusi bersama caranya seperti apa jalan keluarnya,” kata Anggota Komisi B DPRD Mimika, Aloisius Paerong kepada wartawan di kantor DPRD Mimika.

Memang kata Aloisius pandemi Covid 19 dirasakan oleh semua pihak, mulai masyarakat sendiri, pada pengusaha, dunia perbankan, pedagang. Memang orang lebih berhati-hati membelanjakan uang mereka dimasa susah ini untuk kebutuhan mendesak saja. Termasuk di pemerintahan agenda-agenda kedinasan yang harus dibuat dihotel, mereka lebih memilih ditempat mereka sendiri supaya tidak terjadi kerumunan orang yang berpotensi pada munculnya klaster baru Covid 19.

“ Mari sebagai dewan saya berharap teman-teman PHRI sampaikan masalah ini ke depan, supaya kita bahas baik-baik secara bersama-sama. Masa sulit dan masa susah ini kita alami semua. Tapi keluhan teman-teman kita bisa respon bersama-sama sehingga tidak terjadi penututpan dan pemberhentian karyawan secara sepihak karena itu akan muncul masalah,” terang Aloisius.

Seperti diberitakan sebelumnya, Manajemen Hotel Grand Tembaga, Samuel Tandiyono mengeluhkan pendapatan hotel turundrastis sampai 30 persen. Bahkan untuk tetap bertahan pihaknya menerapkan sift kerja bagi para pekerja baik pekerja hotel maupun restaurant. Samuel yang biasa disapa Sem, dengan kondisi pandemic yang berkepanjangan ini, pemkab dan DPRD Mimika dapat mengundang pengusaha jasa perhotelan dan restaurant untuk duduk bahas bersama soal kesulitan yang dihadapi saat ini.

Demikian juga Ketua PHRI Kabupten Mimika, Bram Rawiyai mengakui pengusaha hotel dan restaurant sangat merasakan dampak dari pandemi ini. Karena sudah tidak pengunjung yang datang menggunakan hunian hotel. Bahkan dari kalangan pemerintah provinsi dan kabupaten tidak ada kegiatan yang bisa menambah pemasukan buat pendapatan hotel. (tim)

Administrator Timika Bisnis