
TIMIKA,(timikabisnis.com) – Untuk mewujudkan Visi Misi Kabupaten Mimika sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD), pemerintah kabupaten Mimika dan seluruh perangkatnya harus dapat memperhatikan dan melaksanakan Lima fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Harapan tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika, Robby K Omaleng,S.IP, MA dalam sambutannya pada Rapat Paripurna IV Masa Sidang II tentang Pendapat Akhir Fraksi Fraksi dan Penutupan Pembahasan APBD Mimika tahun 2021 di ruang Sidang kantor DPRD Mimika, Sabtu (12/12) siang kemarin.
“Pemerintah Daerah sebagai penyelenggara pemerintah dan pelaksana pembangunan di daerah ini tentunya sangat memahami lima fungsi APBD yang harus ditati dan dijalankan,”tegas Robby Omaleng.
Menurutnya, lima fungsi APBD itu masing masing, fungsi otoritas yaitu berfungsi sebagai anggaran dasar dalam mengelola keuangan daerah selama setahu. Fungsi Perencanaan yaitu APBD berfungsi digunakan untuk mengawasi efisiensi dari pengelolaan keuangan daerah, sehingga dengan adanya APBD dapat menjadi pedoman, apakah penyelenggaraan keuangan daerah sudah sesuai dengan yang ditetapkan atau tidak.
“Fungsi alokasi yaitu APBD yang telah dibuat harus diarahkan untuk mengalokasikan kebutuhan diberbagai sektor guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Serta fungsi distribusi yaitu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dapat memperhatikan sisi keadilan bagi seluruh masyarakat. Dengan begitu dampak pembangunan dapat dirasakan pada semua kalangan masyarakat,”ungkapnya.
Ia menyebutkan, bahwa untuk perwujudan visi dan misi yang mengantarkan Mimika Cerdas di situasi pandemi Covid-19 tidaklah gampang tetapi memerlukan perhatian dan keseriusan serta tekad. Karena kecerdasan diperoleh melalui peningkatan pelayanan bidang pendidikan.
“Hampir lima bulan siswa dan siswi mengikuti pembelajaran jarak jauh secara online di kabupaten Mimika. Pembelajaran secara online masih belum bisa dijangkau sampai ke pelosok pelosok pedalaman karena belum ada aliran listrik maupun jaringan internet, dan kondisi seperti ini sangat memprihatinkan bagi kita sekalian,”katanya.
Dan terobosan yang harus dilakukan adalah perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan dengan menyusun strategi pendidikan pada masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan sistem Daring maupun Luring. (opa)
