Komisi C Pantau Proyek Pengerjaan jalan, Tekankan Kontraktor Jangan Kerja Asal-asalan

Timika (timikabisnis) – Komisi C DPRD Kabupaten Mimika melakukan kunjungan kerja memantau tiga lokasi pengerjaan jalan, diantaranya jalan Bela belakang keuskupan Timika, jalan Bandara baru, dan jalan C.Heatubun (jalan baru), Selasa (3/11).

Dari Pantauan Dewan ada berbagai masalah yang terjadi dilapangan, ketua Komisi C Elminus B Mom mempertanyakan pengerjaan jalan Bela yang dianggap tidak sesuai standar, contohnya aspal yang bergelombang, serta tikungan yang kurang lebar sehingga menyusahkan pengendara mobil yang ingin berbelok.

“ Tikungan ini kurang lebar seharusnya ditambah sehingga mobil yang mau belok tidak susah”, kata Elminus sambil menunjuk tikungan yang dianggap kurang lebar. “Selain itu aspalnya bergelombang, mungkin kurang pengerasan, jalan ini di anggarkan dari APBD, seharusnya di aspal sampai Kantor BPJS tapi ini baru setengah sudah berhenti ”, kata Elminus.

Komisi B juga meninjau pengerjaan proyek jalan bandara baru, proyek yang dianggarkan sebesar 28,6 M untuk tahun 2020 direncanakan secara multi years, “ Kini progresnya baru sekitar 6 persen dari target 30 persen sampai akhir tahun ini ”. Demikian diungkapkan Konsultan Pengawas Agus saat ditemui Komisi C di Lokasi proyek.

“Untuk tahap awal dilakukan penimbunan area parkir termasuk akses jalan dan juga drainase diarea parkir. Tahun depan prioritas pengerjaan jaringan Listrik” kata Agus.

Komisi C meninjau Jalan Bela, Selasa (3/11).

Anggota Komisi C Saleh Al Hamid menekankan pentingnya kualitas pengerjaan, jangan kerja asal-asalan sekedar menghabiskan anggaran. “ Dewan bisa mengambil konsultan pembanding untuk menghitung nilai proyek agar tidak terjadi Mark Up” tegas Saleh. Dilain pihak Saleh mengapresiasi karena menggunakan sub kontraktor dari putra daerah.

Selanjutnya di Jalan C. Heatubun ( jalan baru ) dewan memantau pelebaran jalan yang dilakukan, dewan juga mempertanyakan pembuatan drainase yang dinilai terlalu dalam, “apakah pembuatan drainase ini tidak terlalu berlebihan dengan menggunakan besi cor beton, apa urgensinya, mendingan menggunakan batu kali saja terus diberikan ke kontraktor-kontraktor kecil supaya mereka juga ada pekerjaan” kata Elminus Mom.

Lebih lanjut Komisi C akan memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Untuk diketahui bahwa pengerjaan proyek bandara baru di kerjakan oleh kontraktor PT. Karya Mandiri Permai sedangkan Konsultan Pengawas dari PT. Mulya Cipta Perkasa.

Komisi C yang ikut Kunjungan kerja ini diantaranya Elminus Mom, Saleh Alhamid, Amandus Gwijangge, Aser Murib, Yulian Salosa dan Sasiel Abugau. (don)

 

 

Administrator Timika Bisnis