Ketua Fraksi Golkar DPRD Mimika, Mariunus Tandiseno, S.Sos / Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Ketua Fraksi Golongan Karya (Golkar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Mariunus Tandiseno menilai perpanjangan Status New Normal selama pandemi Covid-19 dengan adanya pembatasan aktifitas warga sejak pukul 06.00 WIT hingga pukul 21.00 WIT oleh pemerintah daerah sudah tepat.
“Saya kira langkah pemerintah untuk pemberlakuan pembatasan aktifitas warga di kabupaten Mimika hingga pukul 9 malam sudah sangat tepat, dan harus kita dukung demi tetap menjaga semakin tingginya angka terkonfirmasi positif Covid-19. Pemerintah tentunya sudah memikirkan dan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk dari sisi ekonomi warga Mimika,”tegas ketua Fraksi Golkar, Mariunus Tandiseno,S.Sos kepada wartawan saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (24/9) siang tadi.
Dengan semakin bertambahnya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Mimika ini, harus menjadi perhatian kita semua untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah, sehingga mata rantai penularannya bisa ditekan.
“Memang membutuhkan sosialisasi dari Pemerintah Daerah melalui Satgas Covid-19 kepada masyarakat tentang keputusan pemerintah, sehingga masyarakat bisa tahu dan mengerti apa isi intruksi tersebut. Kalau sudah sosialisasi, maka seluruh warga masyarakat wajib untuk mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah demi mencegah penularan virus Corona,”serunya.
Dijelaskan Tandiseno, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 saat ini butuh peran dan kesadaran masyarakat sendiri, sebab tanpa mengikuti anjuran pemerintah maka kasus Covid-19 bisa saja terus bertambah.
“Karena kita tidak tahu kapan bisa berakhir pandemi Covid-19 ini, sehingga kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19. Namun dengan mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan yaitu, pakai masker, jaga jarak atau jauhi kerumunan serta mencuci tangan secara rutin. Langkah inilah yang mampu menjauhkan penyebaran virus,”jelas Tandiseno.
Dirinya juga mengapresiasi keputusan pemerintah yang hanya memberlakukan warga yang menggunakan jasa penerbangan udara dan laut dengan rapid test.
“Kalau dengan syarat setiap penumpang wajib Swab, saya kira terlalu memberatkan warga. Sebab Rapid test saja sudah cukup berat apalagi harus dengan Swab, karena itu kita harus dukung keputusan pemerintah yang tetap memperpanjang status New Normal namun membatasi warga aktifitas di atas pukul 9 malam,”imbuhnya.
Sedangkan proses persekolahan yang masih tetap dilaksanakan dirumah, Tandiseno meminta peran dari orang tua untuk juga membantu tugas guru selama masa pandemi.
“Biar anak anak sekolah tetap belajar di rumah dengan baik, alangkah baiknya orang tua juga berperan sebagai guru di rumah,”usulnya. (opa)
