BMKG: Angin Bermula dari Australia

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Asap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Papua Selatan diduga terbawa angin hingga ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di Timika menurun dan berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin.

Prakiraan BMKG Moses Kilangin Timika, Dwi Christanto, mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan pola angin timuran yang saat ini melintasi wilayah Indonesia.

Menurut Dwi, angin bergerak (bermula) dari Australia menuju Indonesia, kemudian melintasi wilayah Papua Selatan sebelum masuk ke wilayah Papua Tengah. Pola angin tersebut memungkinkan asap kebakaran dari Papua Selatan, khususnya Merauke, terbawa hingga ke Timika.

“Analisis sementara seperti itu. Yang terbakar di (Merauke), maka asapnya sampai ke Timika. Sementara Nabire juga mengalami angin timuran, asapnya terbawa ke daerah lain,” kata Dwi.

Fenomena El Nino yang terjadi saat ini juga turut meningkatkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

Ia mengatakan,BMKG mencatat sejumlah titik panas di wilayah Papua yang masuk kategori merah dan kuning. Sementara di Kabupaten Mimika, terdapat satu titik panas kategori kuning yang terpantau di Distrik Hoya dan mengindikasikan kemungkinan adanya titik api.

Dampak asap semakin terasa karena bercampur dengan kabut sehingga menurunkan jarak pandang. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Ia mengungkapkan Pada Senin (24/8/2026), pesawat Lion Air yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 06.00 WIT mengalami kendala untuk melakukan pendaratan dan akhirnya dialihkan ke Jayapura.

Dwi menjelaskan, jarak pandang di Timika sempat turun signifikan pada pagi hari. Sekitar pukul 05.00 WIT, jarak pandang berada di kisaran 1.500 meter, kemudian turun menjadi sekitar 800 meter pada pukul 06.30 WIT.

Kondisi berangsur membaik sekitar pukul 07.30 WIT dengan jarak pandang mencapai 3.000 meter.

Menurut Dwi, penerbangan dengan pesawat berukuran kecil masih memungkinkan dilakukan, meski kondisi jarak pandang di lapangan tetap menjadi perhatian.

“Jarak pandang memang sempat turun cukup signifikan pada pagi hari. Setelah itu kondisinya berangsur membaik,” ujar Dwi.

Ia mengatakan,BMKG Moses Kilangin Timika saat ini belum memiliki alat khusus untuk memantau kualitas udara secara langsung. Peralatan pemantauan kualitas udara tersebut baru tersedia di Sorong.

“Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi jarak pandang, khususnya pada pagi hari ketika kabut dan asap berpotensi menyebabkan penurunan jarak pandang,”pungkasnya.(Liddya Bahy

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *