MIMIKA,(timikabisnis.com) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika menggenjot upaya percepatan penurunan stunting melalui kegiatan advokasi dan edukasi yang dilaksanakan di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) wilayah Distrik Mimika Baru, Rabu (24/6/2026).
Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Mimika, Germania Jeujanan, kepada wartawan, Kamis (25/6/2026) malam mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional percepatan penurunan stunting yang dijalankan hingga ke tingkat kampung melalui penguatan peran keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, stunting masih menjadi tantangan serius karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, hingga produktivitas anak di masa depan. Karena itu, diperlukan langkah terpadu yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara komprehensif. Fokus intervensi diarahkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah usia dua tahun karena masa tersebut merupakan periode emas pertumbuhan anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya percepatan penurunan stunting mengacu pada agenda prioritas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang menargetkan penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan melalui berbagai program berbasis keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai dua strategi utama yang dikembangkan melalui Kampung KB, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
Melalui Gerakan Orang Tua Asuh, berbagai pihak didorong untuk berpartisipasi dalam membantu keluarga yang berisiko stunting melalui pemberian bantuan bahan pangan sehat maupun dukungan pemenuhan gizi secara berkala.
“Program ini bertujuan memastikan kebutuhan gizi anak, terutama protein hewani seperti telur, ikan, dan susu, dapat terpenuhi dengan baik,” jelas Germania.
Sementara itu, DASHAT menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dalam menyediakan makanan sehat berbasis pangan lokal yang bergizi. Selain menyiapkan makanan sehat, DASHAT juga berfungsi sebagai pusat edukasi bagi keluarga mengenai pola makan sehat, teknik memasak yang tepat, dan pentingnya sanitasi dalam pemenuhan gizi keluarga.
Berbagai bahan pangan lokal seperti daun kelor, lele, telur, dan tempe dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan gizi tinggi.
Germania mengatakan, integrasi antara Gerakan Orang Tua Asuh dan DASHAT diharapkan mampu menciptakan siklus pemenuhan gizi yang berkelanjutan. Bantuan yang diberikan para donatur akan dikelola oleh tim DASHAT untuk diolah menjadi makanan siap saji yang bergizi sebelum didistribusikan kepada keluarga sasaran.
“Makanan yang telah diolah kemudian disalurkan kepada keluarga penerima manfaat melalui kader-kader di lapangan sehingga bantuan dapat diterima tepat sasaran,” katanya.
Melalui kegiatan advokasi dan edukasi tersebut, DP3AP2KB Mimika berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang semakin meningkat serta mendorong terbangunnya kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan generasi Mimika yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(Anis Batalotak)

