MIMIKA,(timikabisnis.com) – Produksi sampah di Distrik Mimika Baru mencapai sekitar 40 ton per hari. Dari seluruh wilayah yang ada, kawasan Koprapoka menjadi titik dengan tingkat penumpukan sampah paling tinggi.
Tumpukan sampah yang menggunung, bahkan hingga ke depan fasilitas pendidikan, kini menjadi perhatian serius pemerintah distrik. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kebersihan lingkungan dan merusak estetika kota.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan pihak kelurahan sebenarnya telah rutin melakukan pengangkutan sampah dari rumah ke rumah. Namun, volume sampah yang ditemukan di lapangan masih cukup besar.
“Kalau dari kelurahan, mereka sudah jemput sampah ke rumah-rumah. Jadi kalau ada tumpukan besar seperti ini, kami duga itu berasal dari luar wilayah,” ujar Merlyn, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, tingginya volume sampah tidak hanya berasal dari aktivitas rumah tangga warga setempat, tetapi juga diduga berasal dari masyarakat luar wilayah yang membuang sampah di kawasan tersebut.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah distrik mulai menggencarkan edukasi kepada para pelaku usaha agar menyediakan fasilitas pemilahan sampah di tempat usaha masing-masing.
Selain itu, program bank sampah juga terus dioptimalkan untuk menangani sampah susulan yang sering kali luput dari pengangkutan rutin.
“Bank sampah kami ini juga sekaligus menangani sampah susulan agar tidak menumpuk dan merusak estetika kota,” tuturnya.
Pemerintah Distrik Mimika Baru berharap keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.(Liddya Bahy)

