Distrik Mimika Baru Minta Semua Pihak Turun Tangan Atasi Sampah

MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Distrik Mimika Baru meminta seluruh pihak ikut turun tangan dalam menangani persoalan sampah yang kian membebani kawasan pusat kota. Tingginya volume sampah harian dinilai tidak lagi bisa ditangani sendiri oleh pemerintah distrik tanpa dukungan lintas sektor.

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan persoalan sampah di wilayahnya kini menjadi tantangan serius. Setiap hari, volume sampah yang ditangani mencapai puluhan ton dan berasal tidak hanya dari warga setempat, tetapi juga dari aktivitas masyarakat luar yang bekerja dan berusaha di Distrik Mimika Baru.

Menurutnya, sebagai pusat kota, Mimika Baru menjadi titik utama aktivitas ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan jasa yang secara langsung berdampak pada tingginya produksi sampah setiap hari.

“Ini bukan murni produksi dari warga kami saja. Banyak orang datang bekerja atau berusaha di wilayah kami, kemudian membuang sampah juga di sini,” ujar Merlyn, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari 11 kelurahan di Distrik Mimika Baru, volume sampah yang diangkut setiap hari rata-rata mencapai 2 hingga 4 ton per kelurahan. Jika ditambah dengan penanganan melalui program bank sampah yang dikelola pemerintah distrik, total sampah yang ditangani setiap hari berkisar antara 31 hingga 41 ton.

Besarnya volume sampah tersebut membuat beban penanganan semakin berat, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan.

Kondisi itu juga diperparah dengan masih adanya kebiasaan membuang sampah di luar jadwal pengangkutan. Akibatnya, tumpukan sampah kerap kembali muncul meski sebelumnya telah dibersihkan petugas.

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah kawasan Koprapoka. Di wilayah tersebut, tumpukan sampah terlihat menumpuk di depan sekolah dan mengganggu aktivitas belajar mengajar serta merusak kebersihan lingkungan sekitar.

Merlyn menegaskan, persoalan sampah di Distrik Mimika Baru tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah distrik semata. Menurutnya, perlu ada keterlibatan semua pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Permasalahan sampah ini tidak bisa kami selesaikan sendiri di tingkat distrik. Harus ada kolaborasi, terutama edukasi kepada pelaku usaha yang menjadi penyumbang sampah terbesar,” tegasnya.

Ia menilai, pelaku usaha memiliki peran penting dalam menekan produksi sampah, terutama dengan meningkatkan kesadaran untuk mengelola limbah usaha secara tertib dan tidak membuang sampah sembarangan.

Selain itu, Merlyn juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditentukan agar penanganan sampah dapat berjalan lebih efektif.

Pemerintah Distrik Mimika Baru berharap persoalan sampah ini dapat menjadi perhatian bersama, sehingga penanganannya tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif demi menjaga kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan di pusat kota Mimika.(Liddya Bahy)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *