MIMIKA,(timikabisnis.com) – Pemerintah Distrik Alama menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik dengan melibatkan 11 kampung, Rabu (25/2/2026), di Ballroom Hotel Grand Tembaga.
Kegiatan ini menjadi forum bagi pemerintah distrik dan perwakilan kampung untuk menyampaikan kebutuhan mendesak yang akan diusulkan ke tingkat kabupaten.
Dalam Musrenbang tersebut, empat program prioritas menjadi perhatian utama, yakni :
Pertama,Penyediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah kampung yang mengalami kesulitan air bersih setiap musim kemarau.
Kedua, Peningkatan jaringan listrik agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan lebih optimal.
Ketiga, Fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) untuk menunjang kesehatan masyarakat dan memperbaiki standar sanitasi.
Keempat,Pembangunan jembatan penghubung antar kampung demi memperlancar mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, dan akses layanan publik.
“Empat program ini kami anggap paling mendesak karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga,” kata Kepala Distrik Alama, Ruben Dolame.
Selain infrastruktur dasar, pemerintah distrik juga mengusulkan pembangunan kantor distrik baru beserta perumahan pegawai.
Menurut Ruben, kantor yang saat ini berada di tengah permukiman warga sulit dikembangkan.
“Kalau kantor distrik ini berada di tengah-tengah rumah warga, ke depan sudah tidak bisa diperluas. Kami meminta dibangun di lokasi lebih luas dan terpisah, agar keamanan dan pelayanan masyarakat bisa lebih optimal,” jelas Ruben.
Rencana pembangunan kantor distrik baru juga mencakup integrasi dengan fasilitas pendukung lain, seperti layanan kesehatan, rumah kepala kampung, dan tempat tinggal tokoh agama, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif.
Ruben menambahkan bahwa kondisi wilayah yang hanya dapat diakses lewat udara menjadi tantangan utama.
“Karena keterbatasan transportasi, sejumlah pelayanan pemerintahan tidak berjalan baik dari 2024 hingga 2026. Penerbangan tidak selalu terjamin, sementara akses darat dan laut tidak ada,” ujarnya.
Kondisi ini kerap menghambat distribusi logistik dan efektivitas program pembangunan. Namun, Ruben menegaskan situasi keamanan kini sudah kondusif sehingga pembangunan dapat dilaksanakan tanpa hambatan.
Melalui Musrenbang ini, kata Ruben, Pemerintah Distrik Alama berharap seluruh usulan prioritas dari 11 kampung dapat diakomodasi secara bertahap. Langkah ini diyakini dapat mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah distrik.
“Dengan dukungan pemerintah kabupaten, kami yakin semua kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi dan kualitas pelayanan publik meningkat,” kata Ruben.(Liddya Bahy)

