RSMM Siapkan Layanan Hemodialisa dan Dokter Spesialis Jantung

MIMIKA,(timikabisnis.com)– Lonjakan kebutuhan layanan kesehatan di Timika mendorong Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) untuk terus berbenah. Tak hanya meningkatkan kapasitas, RSMM kini memperluas ragam layanan medis guna menjawab tingginya permintaan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang cepat, lengkap, dan berkualitas.

Rumah sakit yang dikelola oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia ini tengah mempersiapkan penambahan layanan cuci darah (hemodialisa) serta dokter spesialis jantung.

Direktur RSMM, dr. Hendry Roy, menjelaskan bahwa rencana pembukaan layanan hemodialisa sudah melalui tahap studi kelayakan sejak 2023. Kajian tersebut meliputi kebutuhan alat kesehatan, kesiapan ruangan khusus, sarana pendukung, hingga ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah belum tersedianya dokter spesialis penyakit dalam dengan kompetensi tambahan (fellowship) di bidang ginjal dan hipertensi. Padahal, kehadiran tenaga medis dengan kualifikasi tersebut menjadi syarat utama untuk membuka layanan cuci darah.

“Sejak 2023 kami sudah membicarakan ini bersama YPMAK dalam studi kelayakan. Kami masih menunggu persetujuan sambil membahas berbagai kesiapan, terutama SDM yang memang belum tersedia,” ujar dr Hendry Roy saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, Kebutuhan layanan hemodialisa di Timika sendiri tergolong cukup tinggi. Namun hingga kini, fasilitas tersebut baru tersedia di rumah sakit milik pemerintah daerah, sehingga pasien masih memiliki pilihan layanan yang terbatas.

Tak hanya layanan ginjal, RSMM juga berencana menghadirkan dokter spesialis jantung pada tahun ini. Manajemen tengah menjajaki kerja sama dengan dokter spesialis jantung yang bertugas di rumah sakit TNI di Timika agar dapat membuka praktik di RSMM.

” Dari sisi fasilitas, rumah sakit sebenarnya telah memiliki peralatan pendukung, termasuk alat USG dengan kemampuan ekokardiografi. Namun penambahan layanan ini masih menunggu ketersediaan dokter spesialis untuk memulai jadwal praktik,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Langkah ini diambil setelah data rekam medis menunjukkan tingginya angka pasien dengan riwayat penyakit jantung di wilayah tersebut. Kehadiran layanan spesialis jantung diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit kardiovaskular tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Pasien dengan gangguan jantung cukup banyak. Itu menjadi salah satu pertimbangan kami untuk menambah layanan spesialis jantung,” ungkapnya.
(Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *