Momentum Hari HAM Sedunia, FRP Soroti Pendidikan- Kesehatan, dan Ekonomi Lokal di Mimika

MIMIKA,(timikabisnis.com) — Dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, massa yang tergabung dalam Front Rakyat Papua (FRP) menggelar aksi demo damai di Kantor DPRK Mimika, Rabu (10/12/2025).

Aksi demo damai dimulai dengan long march dari Bundaran Timika Indah menuju Kantor DPRK Mimika. Setibanya di lokasi, massa diterima oleh Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akas, bersama sejumlah anggota DPRK, dengan pengawalan aparat keamanan.

Dalam aksi tersebut, massa secara bergantian menyampaikan orasi dan aspirasi yang berfokus pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi lokal.

Selain itu, FRP juga menyuarakan berbagai tuntutan lainnya yang berkaitan dengan penegakan HAM, ruang demokrasi, perlindungan masyarakat adat, lingkungan hidup, penghentian kekerasan dan kriminalisasi, serta dampak kebijakan investasi dan keamanan terhadap masyarakat sipil di Papua.

Koordinator aksi FRP, Onan Kobogau, membacakan puluhan poin tuntutan yang kemudian menyerahkan kepada DPRK Mimika, dan diterima oleh Wakil Ketua I,Asri Akkas dan didampingi Anggota DPRK lainnya.

Aspirasi tersebut mencerminkan keprihatinan atas akses pendidikan bermutu dan gratis, layanan kesehatan yang adil bagi masyarakat kecil, serta keberpihakan pemerintah daerah terhadap ekonomi lokal, khususnya mama-mama pasar dan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP).

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akas, menyampaikan bahwa DPRK akan menindaklanjuti aspirasi ini sesuai dengan kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan.

Ia mengatakan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, dan fasilitas publik merupakan ranah pemerintah kabupaten, sementara isu lain yang berada di luar kewenangan daerah akan diteruskan ke tingkatan yang lebih tinggi,seperti pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Ada beberapa hal yang bisa langsung ditangani di tingkat kabupaten seperti pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum. Sementara tuntutan lain akan kami teruskan ke pemerintah provinsi dan pusat,” ujar Asri Akas.

Usai menyerahkan dokumen aspirasi, massa FRP membubarkan diri dengan tertib dan aman. (Anis Batalotak)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *