Foto bersama warga Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Mimika/Foto : Istimewa
Timika, (timikabisnis.com) – Mensyukuri berkat, dan anugrah serta penyertaan Tuhan selama tahun 2022 lalu, Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Kabupaten Mimika menggelar acara lepas sambut tahun 2022. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Jalan C Heatubun, Kwamki, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (4/2/2023).
Acara lepas sambut tahun yang diawali dengan ibadah yag berlangsung dengan hikmad.
Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya Kabupaten Mimika, Ir. Samuel B Rapang mengatakan, acara lepas sambut yang dilaksanakan bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat Luwu Raya yang ada di Mimika dalam memasuki tahun 2023.
“Kesan saya tentu memperingati lepas sambut ini, ditahun 2023 ini warga Luwu Raya menjalin silaturahmi di Kabupaten ini, serta menjadi contoh untuk kerukunan lain. Kepada pemuda untuk jangan bikin kekacauan, jadi mudah-mudahan ditahun 2023 ini, berkat, dalam setiap aktifitas bisa berjalan dengan baik,” kata Samuel.
Samuel menjelaskan, acara lepas sambut bertujuan untuk berkumpul bersama warga Luwu yang ada di Mimika, walaupun berbeda keyakinan namun tidak ada perbedaan antara warga Luwu. Karena toleransi yang ada sudah ada sejak dulu dan di tanamkan hingga saat ini.
“Jadi memang toleransi masyarakat Luwu Raya ini sudah dari dulu, dari nenek moyang kita, karena budaya kita khususnya keyakinan kita ini ada yang muslim dan nasrani,” jelasnya.
Sementara itu, Dewan Pembina Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Kabupaten Mimika, Drs. Marthen Paiding, M.MT mengatakan, selaku pembina sangat berterimakasih kepada pengurus dan warga Luwu Raya karena bisa mengakhiri dan mengawali tahun 2023.
“Tahun 2023 diprediksi banyak perubahan-perubahan didalam kehidupan kita, berbangsa dan bernegara, yang mana akan terjadi krisis ekonomi dunia yang nantinya akan berimbas pada kehidupan kita,”kata Marthen.
Lanjut Marthen, didalam kepercayaan saudara-saudara di Thionghoa dikatakan tahun ini merupakan tahun kelinci air, yang artinya ada berkat dan juga bisa mendatangkan musibah.
“Tahun 2023 akan banyak hal yang terjadi didalam kehidupan sosial terutama dalam menghadapi pilpres dan Pilkada, yang nantinya akan membawa kita berbeda pendapat, sehingga bisa memantik adanya ketidakharmonisan didalam kerukunan, untuk itu pada kesempatan ini mari kita ambil hikmahnya bahwa kita rukun didalam kerukunan keluarga Luwu Raya,” jelasnya.
Untuk itu, iamengajak, jangan karena terjadi krisis ekonomi, dan memasuki tahun politik membuat warga Luwu Raya menjadi terpecah-pecah.
“Jangan karena ada krisis ekonomi, jangan karena ada percaturan politik, beda pilihan sehingga membuat kita dikotak-kotakkan, tapi mari kita rapatkan barusan eratkan tali silaturahmi untuk kita solid didalam kerukunan Luwu Raya,” tuturnya. (*opa)
