Pendangkalan Ulah Freeport, Banyak Menimbulkan Kerusakan Alam dan Sendi sendi Kehidupan

Terlihat sebuah perahu jhonson yang menjadi satu satunya sarana transportasi warga asli Mimika tidak bisa melajutkan perjalanan karena terjadi pendangkalan sungai, padahal dulunya warga yang melintas di sekitar tanggul Timur di pesisir Mimika ini cukup dalam. Sekaran sudah terjadi pendangkalan yang cukup tinggi sehingga warga harus mengalihkan perjalanan ke beberapa kampung di bagian timur melalui akses laut dengan resiko kondisi alam yang sangat ganas/Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Terjadinya pendangkalan akibat hasil produksi yang menghasilkan limbah tailing dari PT Freeport Indonesia telah banyak merusak lingkungan (alam) dan sendi sendi bagi kehidupan seluruh masyarakat Mimika.

Hal ini ditegaskan oleh anggota DPRD Mimika dari Daerah Pemilihan VI asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),  Amandus Gwijangge, S, IP setelah mendengarkan keluhan warga di pesisir dalam kegiatan reses tahap II beberapa waktu lalu.

“Kemarin waktu saya reses dan ini bukan hal yang pertama, iya sudah beberapa kali ketika saya melakukan kunjungan ke wilayah pesisir. Keluhan yang mereka selalu sampaikan  adalah menyangkut pendangakalan. Pendangkalan ini kan ulah dari pada PTFI yang menghasilkan limbah yang begitu besar sehingga dampaknya sangat luas dan sudah mempengaruhi banyak sendi sendi kehidupan bagi masyarakat Mimika, seperti biota laut, biota darat maupun manusianya jadi korban, “ungkap Amandus Gwijangge, S, IP kepada wartawan di kantor DPRD Mimika, Rabu, (2/11/2022).

Soal pendangkalan ini merupakan dampak dan kerugian serta derita yang dialami oleh masyarakat Mimika yang terkena dampak langsung pendangkalan akibat limbah tailing yang dibuang kelaut.

Anggota DPRD Mimika, Amandus Gwijangge,S,IP/Foto : husyen opa

“Ini yang perlu ada perhatian serius dari PTFI dan Pemerintah Daerah, jadi ini sudah beberapa kali yang berbicara tapi tidak dapat respon dari Freeport maupun pemerintah. Jadi saya harap agar segera untuk mencari solusi yang terbaik guna memperhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir. Apalagi sekarang ini sudah lebih parah karena akses keluar masuk yang biasa dilalui itu sudah dangkal akibat dari limbah PTFI sehingga tidak bisa dilewati lagi, “keluhnya.

Karena dampak pendangkalan ini, kata dia sehingga sekarang alternatifnya mereka harus ikut laut dan kondisi laut sangat tidak bersahabat, faktanya sudah banyak sekali yang memakan korban (meninggal).

“Keluhan ini dari masyarakat pesisir dari Potowayburu – Nakae, jadi mereka minta pemerintah Daerah dan PTFI agar segera menemukan solusi yang terbaik untuk masyarakat pesisir. Saya kan sudah pernah bilang bahwa PTFI ini jangan cuman mengeruk hasil kekayaan alam Papua. Tetapi harus memperhatikan kesejahteraan lain seperti pendidikan, ekonomi, dan sendi – sendi kehidupan lainnya, seperti akses keluar masuk, “pinta Amandus.

Ia berharapa agar Pemkab Mimika dan PTFI segera menemukan solusi, sehingga masyarakat jangan jadi korban diatas tanahnya sendiri.

Juru bicara PT Freeport Indonesia, Reza Pratama coba dikonfirmasikan terkait berita ini melalui pesan singkat Whatshapsnya pada, Rabu (2/11/2022) pukul 13.45 WIT hingga berita ini dipublish tidak memberikan tanggapan atau konfirmasi. (opa)

Administrator Timika Bisnis