Mimika United Lolos Ke Final Setelah Menang Adu Pinalti Atas Sostar 6-5, Pertandingan Diwarnai Pemukulan Wasit

Penyerang kesebelasan Sostar Hendrikus Sawi (9) mendapat pengawalan dari pemain bertahan Mimika United, Brian Kameubun (5) dalam pertandingan babak semifinal pertama Kompetisi Sepakbla U-23 Piala Bupati Mimika di stadion Wania Imipi SP 1, Distrik Wania kabupaten Mimika, Selasa (23/8/2022)/Foto : Fernando Rio Rahawarin 

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Kesebelasan Mimika United memastikan satu tiket menuju partai final Kompetisi Sepakbola Putra U-23 Piala Bupati Mimika, setelah dibabak semifinal pertama menang melalui drama adu pinalti atas kesebelasan Sostar dengan skor 6-5.

Namun pertandingan antara Sostar versus Mimika United tercoreng dengan terjadi pemukulan oleh sejumlah official dan supporter dari kesebelasan Sostar kepada wasit utama David Nusaly usai laga. Pemukulan terhadap wasit dipicu sejumlah official dan supoter Sostar yang tidak menerima timnya kalah dengan adanya keputusan wasit yang dianggap tidak adil langsung memasuki lapangan dan menyerang wasit utama secara membabi buta.

Sebenarnya pertandingan semifinal final pertama antara Sostar menghadapi Mimika United berlangsung sangat menarik dan menegangkan, dimana kedua kesebelasan yang memiliki materi pemain disemua lini memiliki kekuatan yang sama. Jual beli serangan sejak babak pertama hingga babak kedua berlangsung dan sangat menghibur para penonton yang memadati stadion Wania Imipi SP 1, pada Selasa (23/8/2022).

Selama 2×40 menit kedua kesebelasan Sostar maupun Mimika United sebenarnya memiliki sejumlah peluang yang harusnya menjadi gol, namun penampilan apik dari kedua penjaga gawang yang beberapa kali menggagalkan peluang emas. Kesebelasan Sostar yang dikawal Michael Monim (30) tampil sangat baik untuk mengamankan gawangnya dari gempuran para penyerang Mimika United.

Begitu sebaliknya, Mimika United, Rocky Maryen (1) yang mengawal gawang Mimika United juga tampil sangat sempurna dengan menyelamatkan banyak peluang dari pemain pemain Sostar.

Keselasan Sostar yang menurunkan sejumlah pemain andalannya seperti, Jonathan Mambrasar (4), Hendrikus Sawi (9), Ariskan Kareth (18),Jimmy Naa (13) dan Isak Sawi (12) cukup membuat repot barisan pertahanan Mimika United yang digalang oleh Gevin Simopiaref (3), Yance Semunya (14), Michael Kambu (12) dan Andreas Tukayo (6).

Begitu juga dengan kesebelasan Mimika United juga tampil sangat memukau dengan permainan tim dengan pola satu dua sentuhan dan diakhiri dengan target kepada penyerangnya Isak Rumbiak (16) dan Josua Mambenar (9). Memiliki gelandang energik seperti Jason Tjandi (19), Willian Mirino (18) dan Andreas Tukayo (6) mampu menguasai lapangan tengah, beberapa peluang melalui tendangan bebas beberapa kali mereka miliki namun saja belum berhasil menjebol gawang Sostar.

Setelah bermain normal 2×40 menit kedua kesebelasan tak mampu menciptakan gold an berakhir 0-0, sehingga pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan 2×10 menit. Dalam perpanjangan 2×10 menit ini juga berhasil draw 0-0 sehingga harus dilanjutkan dengan drama adu pinalt. Namun sayang di perpanjangan kedua, terjadi sedikit keributan dimana para official dari Sostar memasuki lapangan dengan memprotes keputusan wasit dan asisten wasit.

Berawal dari tendangan bebas dari sektor kanan pertahanan Mimika United, sebuah tendangan dari pemain Sostar membentur mistar gawang dan bola telah melewati garis, dan menurut official Sostar telah terjadi gol. Namun Wasit dan asisten Wasit II menyatakan bolah belum melewati garis gawang. Walaupun sempat terjadi protes, namun perpanjangan 10 menit kedua tetap berlanjut dan skor berakhir 0-0, dan harus dilakukan drama adu pinalti untuk bisa lolos ke babak final.

Dalam drama adu pinalti dimana lima penendang pertama, kedua kesebelasan berhasil memasukkan bola empat dan satu gagal. Sehingga ditambah dengan lima penendang berikutnya namun bila ada selisih pertandingan langsung berakhir.

Dalam tendangan pinalti masing masing tiga pemain, kesebelasan Mimika United berhasil memasukkan dua gol sementara Sostar hanya memasukkan satu gol, sehingga Mimika United berhasil mengungguli Sostar dengan skor 6-5. Dengan kemenangan ini, Mimika United memastikan satu tiket menuju babak Final.

Wasit David Nusaly didampingi Sekretarsi Umum Askab PSSI Mimik, Boby Yakadewa saat berada di RSUD Mimika untuk melakukan Visum, Selasa (23/8/2022)/Foto : Istimewa

 

Tidak Terima Dipukul Offisial Sostar, Wasit Buat Laporan Polisi

Tidak menerima dihakimi massa dengan dipukuli oleh sejumlah official dan suporter dari kesebelasan Sostar yang tidak menerima timnya kalah terhadap wasit utama David Nusaly akhirnya membuat laporan polisi (LP) pada , Selasa (23/8/2022) malam ini.

David Nusaly yang memimpin pertandingan antara kesebelasan Sostar menghadapi kesebelasan Mimika United yang berlangsung di stadion Wania Imipi Sp 1, pada Selasa (23/8/2022) sore tadi mengaku dipukuli oleh sejumlah official dan supporter Sostar, sehingga dirinya melaporkan kepada pihak berwajib untuk diproses hukum.

David Nusaly melalui pesan singkat Whatshapnya kepada timikabisnis.com pada , Selasa (23/8/2022) malam, mengaku akibat pemukulan dari official dan supporter Sostar dirinya mengalami luka memar dibagian pipi dan lebam dibawah mata sebelah kiri. Ia sangat menyayangkan tindakan dari oknum oknum yang tidak bertanggungjawab, harusnya kalau keberatan atau protes terhadap keputusan wasit harusnya melalui mekanisme dan cara cara yang terhormat.

“Saya tidak menerima dengan aksi pemukulan dari beberapa official kesebelasan Sostar, banyak sebenarnya yang pukuli saya tapi saya tidak bisa pastikan semuanya namun saya tahu persis beberapa orang yang saya kenal yang saya akan laporkan ke pihak Kepolisian. Ini kriminal murni sehingga saya lapor biar mereka tahu apa yang mereka perbuat itu salah,”keluh David.

Ia mengaku, bahwa setelah pertandingan dirinya langsung melakukan visum ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk barang bukti sebagai dasar untuk buat Laporan Polisi.

“Saya malam ini sudah melakukan visum di RSUD, dan setelah itu saya langsung ke pelayanan Polsek Miru untu membuat Laporan Polisi,”katanya.

Sedangkan salah satu anggota Exco Askab PSSI Mimika, Semy Maury menyesalkan terjadinya aksi pemukulan terhadap wasit utama yang memimpin pertandingan antara Sostar versus Mimika United.

“Tindakan kekerasan terhadap seseorang tidak dibenarkan, kalaupun official salah satu kesebelasan tidak puas dan kecewa atas kepemimpinan wasit harus tidak sampai dengan tindakan kekerasan, saya mendukung wasit yang dipukul untuk membuat laporan polisi. Hal ini agar menjadi contoh kepada tim tim lain, bahwa menang atau kalah itu hal biasa dalam sebuah pertandingan, kalau keberatan atau tidak puas dengan keputusan wasit silahkan melakukan protes dengan mekanisme sesuai peraturan khusus pertandingan Kompetisi U-23 Piala Bupati yang sudah disepakati bersama,”tegas Semy. (opa)

 

DAFTAR PEMAIN :

 

Mimika United FC :

Rocky Maryen (1), Gevin Simopiaref (3), Yance Semunya (14), Michael Kambu (12), Maxi J Erari (7), Andreas Tukayo (6), Jason Tjandi (19), Willian Mirino (18), Zakarias Mogadi (8), Nasareth Kareyauta (22), Isak Rumbiak (16). Cadangan : Alesandro Titaley (11), Rivaldo Persulessy (20), Kaleb Kehek (15), Joshua Mambenar (9), Agustinus Werimon (13), Brian Kameubun (5), Hery Nainggolan (10).

Sostar FC :

Michael Monim (30), Jonathan Mambrasar (4), Tertulus Mambrasar (5), Martinus Mandibodibo (6), Sampari Imbir (17), Mario Maniani (2), Arisman Kareth (18), Yohanis Imbiri (10), Jimmy Naa (13), Hendrikus Sawy (9), Isak Sawy (12). Cadangan : Daud Rumbrawer (7), Faris Ritham Madubun (8), Glend Kabes (3), Nanang Waker (16), David Mofu (11), Armilu Mandibodibo (19), Abarkus Hosio (75).

Administrator Timika Bisnis