Reses Wakil Ketua II DPRD Mimika Prihatin Kondisi SLB Negeri Timika Yang Minim Perhatian Pemkab

Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE foto bersama dengan Kepala Sekola, Guru dan Siswa SLB Negeri Timika dalam kegiatan reses Tahap I, Kamis (24/3/2022)/Foto : husyen opa

TIMIKA, (timikabisnis.com) – Saat menggelar Reses tahap I tahun 2022 pada, Kamis (24/3/2022), Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE (Jhon Thie) mengaku prihatin dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki ole Sekolah Luar Biasa Negeri Timika serta minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap Sekolah yang membina murid dengan cacat fisik, cacat mental disabilitas ini.

Wakil Ketua II DPRD Mimika Jhon Thie saat mengunjungi SLB Negeri Timika sempat menemui seluruh murid murid yang mengalami berbagai keterbelakangan dan keterbatasan seperti tuna rungu, tuna netra, tuna daksa dan disabilitas intelektual. Saat tiba di SLB Negeri Timika, Wakil ketua II Jhon Thie disambut dan disalami satu persatu seluruh murid dan kepala sekolah serta sejumlah guru guru honor dan kontrak.

Wakil Ketua II dalam reses di SLB Negeri Timika menggelar pertemuan dengan kepala Sekolah, guru dan seluruh siswa yang berlangsung di salah satu ruang belajar sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SLB Negeri Timika, Sunardin dihadapan Wakil Ketua II DPRD Mimika mengatakan SLB Negeri Timika saat ini sangat minim dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana pendukung dalam rangka mengoptimalkan proses belajar mengajar dan membina anak anak Mimika dari berbagai keterbatasannya.

“SLB Negeri Timika saat ini membina anak anak Mimika 97 orang dengan berbagai latar belakang keterbatasan seperti tuna netra, tuna Rungu, Tuna Daksa dan Disabilitas intelektual dari jenjang SLB tingkat SD, SMP dan SLTA dengan tenaga guru hanya berjumlah 12 orang. Padahal untuk membina anak anak dengan berbagai keterbatasan butuh tenaga guru yang banyak karena memiliki tingkat resiko dan tanggungjawab yang sangat tinggi, beda dengan sekolah lainnya,”keluh Sunardin.

Sunardin mengaku kondisi sekolah saat ini ruangan belajarnya terbatas serta halaman untuk bermain anak anak karena halaman milik sekolah dan bangunan SLB ini sebelumnya sudah diminta untuk dipindahkan menjelang pelaksanaan PON XX tahun lalu karena sudah ada ganti rugi lahan untuk membangun sekolah yang telah disiapkan namun bangunannya hingga saat ini belum dibangun, sehingga kami masih menggunakan bangunan saat ini.

“SLB ini memang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi Papua, namun faktanya kami membina seluruh anak anak Mimika dan bahkan anak anak Asli Papua. Karena itu kami mohon adanya perhatian dari pemerintah kabupaten Mimika karena bagaimanapun yang kami bina ini anak anak Mimika, jujur kami sangat kekurangan sarana dan prasaran dan terutama tenaga guru hanya 12 orang, dua guru status ASN dan 10 lainnya guru kontrak yang seluruh biayanya menjadi beban sekolah,”pinta Sunardin.

Sunardin juga mengakui bahwa bangunan sekolah dan kantor yang saat ini kami tempati sudah dibebaskan dengan ganti rugi pembebasan lahan area GOR Futsal pada PON XX dan telah diberikan lahan baru namun ukurannya jauh dari yang kami punya saat ini serta bangunannya hingga saat ini belum dibangun.

“Kami seharusnya sudah pindah karena lahan sekolah yang kami pakai saat ini sudah diganti rugi, dan kami sudah diserahkan lahan pengganti namun ukurannya berbeda. Lahan yang kami miliki sesungguhnya sekitar 3 hektar, namun diganti dengan luas 600 meter persegi dan bangunannya dua lantai tetapi sampai saat ini belum dibangun. Sehingga kami masih tetap menggunakan bangunan sekarang sambil menunggu bangunan sekolah akan dibangun oleh pemerintah provinsi. Karena SLB Negeri Timika ini kewenangannya dialihkan ke Provinsi sehingga kami hanya menunggu bantuan dari provinsi,”jelasnya.

Ia mengaku saat ini kepala sekolah dan guru hanya mengandalkan bantuan dari provinsi dan Dana BOS yang sangat minim, sehingga kami melibatkan orang tua untuk membantu biaya untuk membayar guru honor dan kontrak serta operasional sekolah lainnya.

“Saat ini kebutuhan yang sangat dibutuhkan guna mendukung aktifitas belajar mengajar di SLB Negeri Timika adalah fasilitas bus angkutan bagi siswa dari rumah ke sekolah. Karena selama ini murid yang datang setiap hari hanya 50 orang saja dari jumlah 79  karena terkendala biaya transportasi ojek yang sangat tinggi,”ucapnya.

Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE (Jhon Thie) saat menyerahkan bantua dana secukupnya untuk membantu biaya Operasional SLB Negeri Timika dalam kegiatan Reses , Kamis (24/3/2022)/Foto : husyen opa

Hal senada juga disampaikan Mince salah satu SLB Negeri Timika bahwa dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana serta biaya operasiona sekolah yang sangat tinggi dan hanya berharap adanya bantuan melalui dana BOS, Pemerintah Daerah bisa memberikan perhatian kepada SLB Negeri Timika. Apalagi yang kami bina dan ajari disini adalah anak anak Mimika.

“Walau ada dana BOS namun itu hanya terbatas dan dibatasi untuk peruntukan pembiayaannya, dengan 12 guru dan harus mendidik 79 siswa dengan keterbatasan ini perlu adanya penambahan guru. Kami berharap sekali dengan kedatangan Wakil Ketua II DPRD Mimika disini bisa adanya perhatian sedikit dari pemda Mimika terhadap sekolah kami. Anak anak ini memilki berbagai  keterbatasan namun mereka berhak mendapatkan pendidikan dari pemerintah, karena itu kewajiban pemerintah daerah untuk melihat anak anak Mimika yang kami bina ini,”keluhnya.

Sedangkan guru lainnya, Ibu Wati mengeluhkan pembangunan sekolah yang telah di desain dilokasi lahan yang baru tipenya dua lantai, padahal idelnya untuk anak anak sekolah dengan berbagai keterbatasan ini berisiko bila bangunan sekolahnya bertingkat.

“Kalau bisa jangan dibangun lantai dua karena sangat berisiko sebab siswanya memili keterbelakangan mental. Lokasi lahannya yang baru kami usulkan untuk diganti dengan luas dan ukuran yang sama, namun faktanya diganti dengan ukuran yang sangat kecil,”katanya.

Menanggapi masukan dan permintaan dari Kepala Sekolah dan Guru SLB Negeri Timika, Wakil Ketua II Yohanis Felix Helyanan, mengaku terharu setelah berkunjung dan melihat langsung kondisi anak anak dan SLB Negeri Timika.

“Sangat miris kondisi sekolah ini, saya sangat terharu dan sempat meneteskan air mata melihat anak anak yang luput dari perhatian kita semua. Kedatangan saya disini karena merasa terpanggil dan ingin melihat dan mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan sekolah ini, saya sangat terharu setelah melihat langsung kondisi anak anak disini. Saya sangat salut dan bangga terhadap pengabdi kepala sekolah dan Guru, walaupun berbagai keterbatasan biaya operasional dan sarana prasaran namun tekad untuk membina dan mendidik anak anak Mimika dengan berbagai keterbatasan sangat tinggi,”tutur Jhon Thie.

Jhon Thie dihadapan siswa dan guru mengaku apa yang menjadi keluhan dan masukan khususnya kebutuhan transportasi bus bagi siswa akan di perjuangkan kepada pemerintah daerah.

“Apa yang menjadi keluhan dari kepala sekolah akan kami rampungkan untuk nanti didorong dan diperjuangkan ke pemda. Walaupun sebenarnya SLb Negeri Timika ini tanggungjawab provinsi, namun pemda Mimika tak boleh tutup mata untuk membangun sekolah ini karena faktanya membina anak anak Mimika,”janjinya

Usai melakukab pertemuan dan tatap muka dengan Kepala Sekolah, Guru dan semua siswa SLB Negeri Timika, Wakil Ketua Jhon Thie menyerahkan bantuan dana secukupnya untuk membantu membiayai biaya operasional sekolah. (opa)

Administrator Timika Bisnis