Kondisi Pendidikan di Wilayah Pesisir Mimika Sangat Memperihatinkan

Timika (timikabisnis) – Kondisi dan kualitas mutu pendidikan di wilayah pesisir pedalaman Mimika mengalami penurun drastis dan sangat memperihatinkan.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob, saat ditemui di Timika, Minggu (23/1/2022), mengatakan bahwa dirinya sudah meninju secara langsung beberapa sekolah di wilayah pesisir Mimika.

Di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Wabup John melihat kondisi yang sangat miris dimana ditemukan bahwa anak anak SD yang sudah duduk dibangku kelas V SD tidak tahu membaca dan juga menulis.

“Mutu pendidikan di pesisir turun drastis dan hancur sekali. Jika dibandingkan dengan jaman saya masih kecil dimana semua serba susah tapi kami kelas II SD itu kami sudah bisa membaca dan berhitung. Sekarang ini anak-anak sampai kelas 3 dan 4 bahkan kelas 5 pun tidak tau baca dan tulis,”kata Wabub John.

Kondisi ini harus menjadi cambuk bagi pemerintah. Pemerintah daerah melalui dinas terkait harus mengambil langkah cepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh agar bisa mengambil langkah yang tepat dalam menangani masalah pendidikan di wilayah pesisir.

” Begitu banyak orang yang prihatin terhadap kondisi ini sehingga mereka dengan sukarela datang kesana mengajar anak anak, tetapi kita pemerintah sendiri semacam acuh tak acuh dengan situasi ini. Kita harus bergerak cepat, kalau tidak masa depan anak anak Mimika akan hancur,” kata John.

Ia menilai, pengembangan pendidikan saat ini hanya fokus pada sekolah sekolah di kota, sementara sekolah sekolah di pesisir pedalaman Mimika yang nota benenya adalah mendidik anak anak asli Papua tidak diperhatikan secara baik.

Kebijakan penarikan guru-guru ASN di sekolah swasta yang ada di pesisir pendalaman juga menjadi salah satu penyebab utama mempengaruhi proses pendidikan di wilayah pedalaman.

Penarikan guru ASN dari sekolah swasta seharusnya diberlakukan kepada sekolah swasta yang mampu yang ada di dalam kota, bukan pada sekolah swasta yang dibangun oleh lembaga lembaga swasta yang ada di wilayah pedalaman .

”Sekolah sekolah di pedalaman inikan bukan sekolah sekolah yang berorientasi bisnis. Mereka adalah sekolah sekolah yang dengan penuh hati dan suka cita mau mendidik anak anak kita dan ini sudah muncul di tahun 1930an sudah ada sekolah sekolah itu disini,”kata John.

Pengelolaan dana Otsus harus fokus pada sekolah yang ada di pedalaman pesisir dan juga pedalaman pegunungan bukan pada sekolah sekolah yang ada di kota.

“Caranya mudah, pemerintah dengan adanya dana Otsus,kita harus memperhatikan masyarakat di pedalaman,mereka menerima langsung manfaatnya bukan untuk di Kota Timika.
di pedalaman ini hampir semuanya sekolah swasta tetapi pemerintah sebagai payung kita itu mempunyai tugas memberikan perhatian kepada semua lembaga pendidikan apapun , entah itu pendidikan yang di dirikan oleh pemerintah ataupun lembaga yang di dirikan oleh masyarakat,”kata John.

Pembangunan pendidikan di wilayah pesisir bukan hanya di fokuskan kepada pembangunan gedung gedung sekolah semata, namun juga difokuskan pada mutu dan kualitas pendidikan.

“Di bangun terus kuantitas gedung di bangun, kuantitas jumlah sekolah di bangun itu percuma,yang penting adalah bagaimana meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan,”kata John. (sel)

Administrator Timika Bisnis