Dari Hasil Kunjungan Waket II ke Atuka, Yang Dibutuhkan Warga Saat ini Bahan Bangunan

Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE (Jhon Thie) saat melihat secara langsung puing puing rumah warga yang hancur akibat diterjang badai banjir rob dan angin kencang yang terjadi di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Jumat (21/1/2022)/Foto : husyen opa

ATUKA, (timikabisnis.com) – Pasca musibah banjir Rob dan Angin kencang yang terjadi beberapa minggu lalu, pada Jumat (21/1/2022) Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE berkunjung ke Kampung Atuka distrik Mimika Tengah untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan kerusakan yang terjadi pada musibah beberapa waktu lalu.

Dari hasil Kunjungannya ke Kampung Atuka, Wakil Ketua II Yohanis Felix Helyanan,SE yang akrab disapa Jhon Thie ini bertemu langsung dengan warga dan berinteraksi langsung dan mendengarkan cerita dan kronologis dari warga terjadinya musibah.

“Setela bertemu langsung dengan warga Kampung Atuka, mereka menyampaikan bahwa yang mereka butuhkan sekarang bukan lagi berupa bahan makanan atau lainnya, saat ini mereka membutuhkan bahan bangunan seperti, kayu balok, papan, seng, dan paku untuk membangun kembali rumah mereka yang hancur dan merehab rumah rumah yang mengalami kerusakan. Kalau bahan makanan dan peralatan serta perlengkapan lainnya sudah cukup banyak bantuan, mungkin kalau ada bantuan baiknya berupa bahan bangunan saja,”kata Jhon Thie disela sela kunjungannya ke Kampung Atuka distrik Mimika Tengah, Jumat (21/1/2022).

Lanjut kata Dia, masyarakat menyampaikan apresiasi atas kepedulian dari pemerintah dan seluruh warga yang telah merespon dengan membantu warga Atuka berupa bahan makanan dan kebutuhan pokok, namun yang mendesak saat ini warga ingin kembali membangun rumahnya yang hancur diterpa badai dan memperbaiki kerusakan rumah dan fasilitas fasilitas lainnya.

“Pemerintah Daerah melalui BPBD dan Dinas PUPR untuk dapat mendata dan menginventarisir rumah warga yang hancur, jembatan penghubung dan kerusakan kerusakan fasilitas milik warga lainnya seperti, gapura, tempat tandun air dan perahu yang rusak untuk kemudian diusulkan agar segera dibangun dan diperbaiki berbagai fasilitas kampung yang rusak. Pemerintah Daerah harus merespon dengan cepat, dan sekiranya bisa segera membangun perumahan yang layak huni bagi warga dipesisir yang mengalami kerusakan,”pintanya.

Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan,SE saat melewati jembatan darurat yang rusak akibat diterjang Banjir Rob dan Angin kencang yang terjadi di Kampung Atuka beberapa waktu lalu. Kunjungan Waket II Jhon Thie dilaksanakan pada Jumat, (21/1/2022)/Foto : husyen opa

Sekretaris Bamuskam Kampung Atuka, Marius Waipuni, kepada wartawan mengatakan, kalau pasca musibah air pasang dan angin kencang warga membutuhkan bahan bahan bangunan membangun kembali rumah sekitar 40 unit yang hancur dan memperbaiki berbagai kerusakan rumah dan fasilitas milik warga khsusunya di RT 1 dan RT 5.

“Kami butuhkan saat ini adalah bahan bangunan, kalau bisa pemerintah daerah segera membangun perumahan yang baru bagi kami. Warga sangat trauma dengan peristiwa yang baru saja menimpa mereka, sebab fenomena alam seperti air pasang dan angin kencang selalu mengancam kami. Kalau bisa pemerintah daerah membangun pemukiman warga khususnya dari RT 1 yang terkena dampak untuk dipindah kelokasi yang baru disekitar kantor Distrik, agar kami tidak khawatir lagi dengan musibah seperti yang kami alami beberapa hari lalu,”pinta Marius.

Salah satu Linmas Kampung Atuka, Karel Wenakomonaro mengaku masih musibah banjir rob dan angin kencang telah membuat warga menjadi pasrah karena merusak dan menghancurkan rumah mereka, dan mereka terpaksa mengungsi di Balai Kampung dan Sekolah SD dan SMP yang ada di Atuka. Ia mengaku bahwa bantuan dari berbagai pihak sudah diterima, termasuk dari Kementrian Sosial seperti tikari, pakaian bayi, pakaian dewasa, selimut dan senter.

“Warga dari RT 1 dan RT 5 di Kampung Atuka yang merasakan musibah banjir Rob dan angin kencang berharap pemerintah dapat memikirkan untuk membangun perumahan baru dan memindahkan lokasi di tempat yang aman. Sebab rumah yang sudah diterjang badai dan rumah yang saat ini semuanya sudah sangat tua dan sudah tidak layak, sehingga pemerintah bisa membantu membangun rumah yang layak huni untuk ditempati warga,”ungkap Karel.

Karel menjelaskan, bawa selain beberapa rumah yang hancur dalam bencana, fasilitas lainnya yang rusak adalah jembatan, jalan kampung, gapura lama serta beberapa fasilitas kampung Atuka lainnya.

“Kondisi bencana saat itu berlangsung selama 2 jam dimana air naik mencapai ketinggian 39 sehingga semua warga mengungsi, dan ada 2 unit rumah yang hancur, dan sekitar 20 rumah warga di Kampung Atuka lama mengalami kerusakan yang cukup parah,”jelasnya.

Karel mengaku, bahwa kondisi rumah milik warga yang ada di RT 1 ini merupakan rumah yang dibangun melalui program Eme Neme Yauware pada tahun 2006 dan sampai saat ini belum perna ada perbaikan sehingga kondisi rumahnya sudah tidak layak lagi untuk ditempati.

“Sebagian rumah warga memang sudah mengalami banyak kerusakan, karena sejak dibangun pemerintah daerah melalui program Eme Neme Yaware tahun 2006 sampai saat ini belum pernah diperbaiki. Ketika banjir dan angina kencang datang rumah itu pada mengalami kerusakan yang cukup parah, karena itu baiknya pemerintah membangun rumah yang baru karena seiring dengan bertambahnya Kepala Keluarga,”tutup Karel.

Dalam kunjungannya ke Kampung Atuka, Wakil Ketua II, Yohanis Felix Helyanan,SE menyempatkan diri melihat secara langsung kondii beberapa jembatan yang rusak, jalan kampung, Balai Kampung, Gapura serta beberapa rumah warga yang hancur dan rusak. (opa)

Administrator Timika Bisnis