Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun saat menandatangani pembayaran Pembebasan lahan air bersih kepada Thomas Amwao sebagai pemilik lahan yang berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Merah Putih Kampung Nawaripi, Rabu (05/01/2021). /Foto : Istimewa
Timika,(timikabisnis.com) – Disaat sejumlah Depot Usaha penjualan air minum mulai menaikkan harga jual pergalon, langkah dan terobosan yang tepat dilakukan Badan Usaha Desa (BUMDES) Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika menjual air minum gallon kepada masyarakatnya dengan harga Rp. 5.000/gallon.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun seusai melakukan transaksi pembayaran Pembebasan lahan air bersih kepada Thomas Amwao sebagai pemilik lahan yang berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Merah Putih Kampung Nawaripi, Rabu (05/01/2021).
Norman Ditubun menjelaskan, lahan atau lokasi yang seluas 16,5 x 8,5 dengan Bak Penampung air tersebut adalah Proyek Pamsimas sejak tahun 2018 silam, tetapi sempat mangkrak kini coba kembali dilanjutkan demi memberikan pelayanan kebutuhan air minum dengan harga yang cukup murah.
“Persoalan ini kita sudah bicarakan dalam musyawarah Kampung pada tahun 2020 lalu, dan sudah ditetapkan untuk pembebasan lahan dengan nilai Rp 25 juta dengan luas, panjang 16,5 dan lebar 8,5,” Jelas Kepala Kampung Norman Ditubun seuasai melakukan serah terima dengan pemilik lahan.
Lanjutnya, kata dia lahan tersebut dinyatakan secara sah sebagai aset Kampung Nawaripi karena sudah dibayarkan kepada pemilik lahan dan penandatanganan berita acara dari Tomas Amwao sebagai Pemilik Lahan, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun bersama Ketua Bamuskam, Abraham Mawar Mako, Sekertaris Distrik Wania, didampingi Babinsa dan Babinkantibmas.
“Tapi, yang jelas Proyek yang sudah menggunakan uang negara namun keadaannya tidak berjalan, sehingga saya sebagai kepala Kampung mengambil langkah untuk menyelamatkan proyek yang sudah dibangun dengan uang negara itu,”Jelas Kepala Kampung Norman Ditubun seuasai melakukan serah Terima dengan pemilik lahan,” Ucap Norman.
Lanjutnya, sehingga saya melanjutkan proyek mangkrak itu dengan mengambil ahli untuk kepentingan masyarakat umum.
“Kebetulan kebersihan air tersebut sudah ditelilti oleh laboratorium kesehatan dari Jayapura bahwa, air nya layak untuk di minum,”tutur Norman.
Norman menjelaskan, bahwa pengelolaan air bersih ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Nawaripi, karena Kampung Nawaripi sudah punya Bumdes. Sehingga kami mengambil alih untuk mengelola air bersih tersebut. (opa)
