Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Panpel Pesparawi dengan Pansus Pesparawi XIII DPRD Mimika diruang Serba Guna Kantor DPRD Mimika, Rabu (27/10/2021)/Foto : Istimewa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pansus Pesparawi XIII DPRD Mimika dengan Panitia Pelaksana yang digelar, Rabu (27/10/2021), terungkap bahwa persiapan Panpel sudah sangat siap sementara dukungan dana dari pemerintah daerah baru terealisasi 25 persen.
RDP Pansus DPRD dengan Panpel Pesparawi digelar di ruang Serba Guna kantor DPRD Mimika di Jalan Cendrawasih SP 2, Timika Papua.
RDP digelar dalam rangka mendengarkan kesiapan Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi(Pesparawi)Ke-XIII yang akan berlangsung pada tanggal 30 Oktober sampai 6 November mendatang.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Pesparawi DPRD Mimika, Alousius Paerong dan dihadiri sejumlah anggotanya seperti, Drs Tanzil Azharie, Parjono, Ancelina Beanal, Anton Bukaleng, Miller Kogoya, Yustina Timang, Reddy Wijaya dan Lexi David Linturan.
Sedangkan dari panitia Pesparawi, hadir I Nyoman Putu Arka Sekretaris umum, Natan Kum Wakil Ketua I, Lewi Sawor Wakil Ketua III, Johan Ade Matulessy Ketua LPDP Mimika dan sejumlah panitia lainnya.
I Nyoman Putu Arka dalam rapat memaparkan hasil capaian persiapan dengan panitia.
“Kami panitia harapkan dengan dana yang belum tersedia di APBD Perubahan, terpaksa kita harus berjuang keras dengan mengajukan proposal ke dunia usaha untuk minta bantuan. Ada yang bantu Rp 1 miliar, 50 juta dan ada juga dalam bentuk natura. Kita kumpulkan itu, konsumsi, yang itu yang akan kita manfaatkan dalam mendukung rencana rencana mensukseskan Pesparawi ke XIII,”ungkap I Nyoman Putu Arka.
Dengan pertemuan yang berlangsung, ia menyampaikan apresiasi kepada DPRD Mimika terutama Pansus Pesparawi atas apresiasi positif yang diberikan kepada panitia baik dukungan moril dan dukungan perjuangan pada usulan APBD-P.
“Yah kalau tidak seratus persen yah 50 persenkah, sehingga pada akhirnya tidak meninggalkan hutang. Meski masih terkendala anggaran, ia menuturkan kesiapan panitia sudah mencapai 96 persen, tinggal 4 persen adalah tinggal finishing saja, “katanya.
Sementara itu Aulosius Paerong mengungkapkan saat ini APBD-P dalam tahap evaluasi di Jayapura, sehingga ada kerja ekstra untuk mengakomodir kebutuhan ini.
Paerong mengungkapkan tidak adanya anggaran menjadi temuan dalam RDP ini sehingga akan disampaikan kepada pimpinan dan dilanjutkan ke Pemda.
“Pergeseran anggaran ini bisa saja terjadi tergantung dari Pemda dan Pemprov karena agenda ini melibatkan semua Kabupaten di Papua. Apalagi dalam presentasi panitia, bupati sudah sampaikan kesanggupan menanggung biaya saat Pesparawi ke XII di Kaimana, “ungkap Paerong.
Sehingga jika tidak di akomodir dalam APBD-P dapat dibebankan di APBD induk, lanjutnya tergantung kesepakatan panitia dengan Pemda. Ia menambahkan dalam dua hari ini harus ada langkah yang luar biasa diambil.
“Saya katakan kepada panitia jangan sampai semua kegiatan terselenggara tetapi dalam hal pendanaan tidak seratus persen. Kita pansus akan menjembatani dan menyampaikan kondisi ini kepada pimpinan, “ujarnya.
Sementara itu Anton Bukaleng juga menyampaikan akan turut mendukung dan mendorong sehingga ada upaya dukungan dana melalui APBD-P yang saat ini sedang dievaluasi.
Sementara itu, Yunus Wanenda panitia Pesparawi mengungkapkan Pesparawi merupakan hajatan Kementrian agama sehingga peran pemerintah sangat dibutuhkan.
“Ini jadi hajatan kementrian agama, jika satu event agama tidak dilakuakn dengan baik maka event event agama lainnya tidak dapat dilaksanakan di Timika. Dan ini menjadi tolak ukur tolensi dan kehidupan beragama saat ini, “ungkapnya.
Selain itu, Lewi Sawor Wakil Ketua 2 bidang lomba juga menuturkan perencanaan berbasis resiko panitia siap menanggung.
Lainnya Natan Kum wakil Ketua I juga ada dalam kepanitiaan mengungkapkan PTFI dalam hal ini tidak memberikan bantuan dana secara langsung namun dalam bentuk dukungan lain. (*tim)
