Timika (timikabisnis) – Warga di kompleks sektoral kelurahan Dingo Narama, Distrik Kwamki Baru, mengeluhkan pembagian dana BLT yang tidak tepat sasaran kepada warga, hal ini diutarakan kepada Anggota DPRD Yustina Timang saat reses tahap II, Sabtu (22/10).
Menurut Yustina Timang, Polemik BLT sudah pernah dibahas di DPRD, sebelum dewan turun ke kantor pos, dewan pernah memanggil kepala kantor pos menanyakan seperti apa pembagian BLT karena menjadi polemik di antara warga dan menurutnya ini karena persoalan data dari pusat yang diterima kantor pos.
“Kalau kami melihat sepertinya karena masalah data, karena dari Kantor Pos mengatakan menyalurkan BLT atas dasar data yang diterima dari pusat. Sehingga bila data tidak sesuai dilapangan, antara orang yang berhak menerima dan tidak, itulah yang menjadi polemik dilapangan. Contohnya ada orang yang sudah meninggal tapi namanya tetap ada, selanjutnya orang yang sudah pindah tapi tetap ada didaftar” ujarnya.
Penjelasan dari kepala kantor pos bahwa, yang datang kekantor pos tidak semua sebagai penerima BLT, kebanyakan hanya datang untuk mengecek nama, dan ternyata nama tidak ada. Ini yang kemungkinan membuat warga marah, karena mereka merasa berhak menerima tapi namanya tidak terdaftar dalam penerima BLT.
Hal ini membuat banyak lurah yang tidak mau menerima BLT karena beresiko, karena warga pasti mengamuk karena tidak ada nama. Yustina menyarankan ada perbaikan data penerima BLT yang berpatokan pada data dari kelurahan sehingga meminimalisir polemik dimasyarakat.
Selain masalah BLT, warga juga menyampaikan persoalan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tertutup oleh sampah, serta pembangunan rumah warga diatas aliran sungai, selaku anggota dewan akan menyampaikan kepada dinas terkait tentang masalah ini.
“Karena ini menyangkut aliran sungai dalam kota, tentunya ada masterplan dari dinas PU, yang kami pertanyakan seperti apa masterplan yang ada di dinas PU, kita melihat pembangunan rumah di area DAS apakah ada ijin atau IMB nya, itukan tidak layak, karena membangun diatas aliran air yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat sekitar, sehingga rumah warga terendam air bila hujan.” ujarnya.
Untuk pokir dari Ibu Yustina pada tahun 2022 ini, yang terealisasi sekitar 5 pokir, diantaranya, pembangunan jalan pisang dan drainase, pagar gereja Torsina, pembangunan jalan di SP2, penimbunan halaman SD negeri 2.
Selain masalah BLT dan persoalan banjir, warga juga menyampaikan masalah infrastruktur peningkatan jalan, dan juga penerangan jalan.
Menjawab hal ini Yustina mengatakan akan menampung semua aspirasi warga dan akan menyampaikan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti.
“Semua yang kami lakukan, kami bekerja karena dipilih oleh rakyat sebagai perpanjangan tangan ke pemerintah, saya sangat berterima kasih atas kedatangan warga sektoral pada reses ini, dan semua usulan akan kami teruskan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti” katanya. (don)

