Politisi Senior Partai Golkar, Mariunus Tandiseno,S,Sos,M,Si yang akrab disapa Pong Calvin/Foto : husyen opa
TIMIKA, (timikabisnis.com) – Salah satu usulan warga Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, kabupaten Mimika, Papua Tengah adalah normalisasi dan pembangunan taluk bantalan sungai, guna menghindari terjadinya banjir disaat musim hujan.
Usulan normalisasi kali dan sungai ini disampaikan warga kepada anggota DPRD Mimika dari Partai Golkar daerah pemilihan III, Mariunus Tandiseno,S,Sos,M,Si (Pong Calvin) saat menggelar reses di Jalan Yos Sudarso Depan SMA Negeri 1 Timika, pada , Sabtu (11/2/2023) lalu.
Kepada wartawan, Senin (13/2/2023) di kantor DPRD Mimika Jalan Cendrawasih, Mariunus Tandiseno menyebutkan sejumlah usulan dari warga telah ia terima saat kegiatan reses, selain usulan normalisasi sungai dan kali, juga beberapa aspirasi dan keluhan juga telah ia terima.
“Usulan yang prioritas dari warga di Kelurahan Kamoro Jaya adalah permintaan untuk segera menormalisasi sungai dan kali, sebab selama ini setiap hujan sungai itu airnya meluap ke pemukiman warga. Karena itu, usulan ini sudah saya koordinasikan dengan bidang Irigasi di dinas Pekerjaan umum, semoga saja tahun ini proyek normalisasi itu bisa berjalan,”ungkap Politisi Senior Partai Golkar Mariunus Tandiseno yang akrab di sapa Pong Calvin.
Dikatakan Pong Calvin, dirinya yang sudah turun kelapangan khususnya merespon keluhan warga soal kondisi kali dan sungai di Kelurahan Kamoro Jaya diakui bahwa memang kondisinya sudah tidak memungkinkan. Sungai dan kali semakin kecil, ditambah dengan banyak sampah yang dibuang oleh warha sehingga sering terjadi banjir.
“Tersumbatnya aliran air di sungai dan kali tidak terhindari, karena rendahnya kesadaran warga untuk tidak membuang sampah di Kali dan sungai. Karena itu, factor lainnya dapat mempengaruhi kondisi sungai dan kali adalah warga membuang sampah ke sungai yang seharusnya dibuang di tempat penampungan sementara,”katanya.
Selain program normalisasi yang akan tetap menjadi prioritasnya, Pong Calvin akan segera berkoordinasi kepada OPD tehnis, dalam program normalisasi sungai juga harus diikuti dengan pembangunan taluk sepanjang bantaran sungai dan kali.
“Percuma kalau program normalisasi sungai tidak diikuti dengan pembangunan taluk, sebab adanya taluk bisa membantu tidak terjadinya pengikisan pingkiran sungai, sehingga aliran air itu bisa berjalan lancar,”pinta Pong Calvin.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan semaksimal mungkin untuk diperjuangkan.
“Karena itu amanah dari warga sehingga saya akan tetap memperjuangkan dan mendorong untuk bisa di akomodir dalam perencanaan masing masing OPD,”janjinya. (opa)
