UMKM SADAKA Kenalkan Beragam Inovasi Olahan Buah Merah di TIFA 2026  

MIMIKA, (timikabisnis.com)– UMKM SADAKA asal Kabupaten Deiyai memanfaatkan ajang Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 untuk memperkenalkan beragam inovasi olahan buah merah, komoditas pangan lokal khas Papua yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Melalui stan pamerannya, UMKM SADAKA menampilkan berbagai produk berbahan dasar buah merah, di antaranya minyak buah merah, keripik ugubo buah merah, tahu dengan saus buah merah, hingga saus buah merah yang dapat dipadukan dengan berbagai jenis hidangan.

Bagi pemilik UMKM SADAKA, Pebur Mote, pengolahan buah merah bukan hanya bertujuan menciptakan produk bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi upaya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi di Kabupaten Deiyai.

“Sejak dahulu masyarakat mengonsumsi buah merah secara tradisional. Saat musim panen, masyarakat menggelar pesta bakar batu, kemudian sari buah merah dicampurkan ke dalam sayuran yang telah dimasak dan disantap bersama. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun,” ujar Pebur saat ditemui di TIFA 2026, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan, gagasan mengembangkan berbagai produk olahan buah merah bermula ketika mengunjungi Kampung Demago, Kabupaten Deiyai. Di wilayah tersebut terdapat ratusan ribu buah merah yang melimpah setiap musim panen.

Namun, keterbatasan akses transportasi menyebabkan banyak hasil panen tidak sempat dipasarkan sehingga akhirnya membusuk.

Melihat kondisi tersebut, Pebur bersama timnya mulai mengolah buah merah sejak tahun 2004 agar memiliki nilai tambah sekaligus dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai pangan bergizi.

Berbagai inovasi kemudian terus dikembangkan agar buah merah tidak lagi terbuang sia-sia.

Selain mempertahankan nilai tradisi, UMKM SADAKA juga berupaya menyesuaikan produk dengan kebutuhan masyarakat modern. Bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Deiyai, mereka mengembangkan produk yang lebih praktis, seperti saus buah merah yang dapat dinikmati bersama ikan goreng, ayam goreng, maupun makanan lainnya.

Tak hanya itu, UMKM SADAKA juga mengembangkan produk olahan yang diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui sebagai salah satu upaya membantu mencegah stunting serta masalah gizi di masyarakat.

Buah merah sendiri dikenal memiliki kandungan gizi yang tinggi. Secara tradisional, buah ini dipercaya bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, membantu mencegah anemia, melancarkan sirkulasi darah, hingga berpotensi mendukung pencegahan berbagai penyakit.

Saat ini, UMKM SADAKA tengah mengurus izin edar BPOM agar produk olahan buah merah dapat dipasarkan secara lebih luas, termasuk ke berbagai daerah di Indonesia.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Deiyai juga berencana membangun industri pengolahan buah merah guna meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Harapan saya, ke depan pengolahan buah merah tetap berjalan berdampingan antara cara tradisional dan modern. Nilai budaya yang diwariskan leluhur harus tetap dipertahankan, sementara inovasi terus dikembangkan agar produk ini semakin diterima masyarakat luas,” tandasnya. (Lyddia Bahy).

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *