Tim Peduli Wilayah Arwanop Sampaikan Aspirasi ke DPRD Mimika

Ketua DPRD Mimika, Anton  Bukaleng,S.Sos didampingi wakil ketua I , Aleks Tsenawatme,S.AB dan anggota DPRD Mimika dari Dapil 5, Ancelina Beanal dan Loius Paerong,ST saat menerima aspirasi dari warga yang tergabung dalam Tim Peduli Wilayah Arwanop, di ruang kerja Ketua DPRD Mimika, Kamis (10/3/2022)/Foto : husyen opa

 TIMIKA, (timikabisnis.com) – Masyarakat asli Amungme dari distrik Tembagapura yang tergabung dalam Tim Peduli Wilayah Arwanop menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mimika pada Kamis (10/3/2022).

Puluhan warga yang menyampaikan aspirasi dari tim Peduli Wilayah Arwanop datang ke kantor DPRD Mimika diterima langsung oleh Ketua DPRD Mimika, Anton Bukaleng,S.Sos di damping oleh Wakil Ketua I Aleks Tsenawatme dan dua aggota DPRD Mimika dari Daerah Pemilihan 5, yaitu Ancelina Beanal dan Loius Paerong.

Penyampaian aspirasi oleh warga dilakukan di ruangan kerja Ketua DPRD Mimika dan sempat melakukan pertemuan tertutup sebelum aspirasi diserahkan oleh Koordinator Tim Peduli Wilayah Arwanop, Apinus Jangkup kepada Ketua DPRD Mimika Anton Bukaleng.

Ketua DPRD Mimika, Anton Bukaleng,S.Sos usai menerima aspirasi kepada wartawan membenarkan telah menerima aspirasi dari warga distrik Tembagapura yang tergabung dalam tim peduli wilayah Arwanop yang disampaikan secara tertulis. Aspirasi dari warga diantaranya putusnya sejumlah akses jembatan penghubung antar kampung yang diakibat longsor beberapa tahun lalu.

“Mereka tadi menyampaikan sejumlah aspirasi seperti pembangunan jembatan dan rumah yang rusak akibat diterjang musibah banjir di tahun 2020 lalu, karena itu mereka datang menyampaikan secara tertulis agar dewan bisa memperjuangkan kepada pemerintah daerah. Karena akibat enam jembatan penghubung antar kampung putus membuat aktifitas warga terganggu dan harus melalui jarak yang cukup jauh, dan kami akan perjuangkan hal itu, “kata Anton Bukaleng.

Ketua DPR Anton mengakui, aspirasi yang telah diterima akan mendorongnya agar bisa diakomodir dalam program pemerintah.

“Karena itu masyarakat Arwanop datang menyampaikan aspirasi dan kami selaku Ketua DPRD Mimika dan Wakil Ketua serta anggota DPRD Mimika dari Dapil 5 akan memperjuangkan dan mendorong usulan dari warga untuk diakomodir dalam program APBD. Karena kami dewan dari Dapil 5 sehingga menjadi kewajiban kami untuk memperjuangkan hal tersebut kepada pemerintah,”tegas Anton.

Anton berharap agar apa yang menjadi masalah yang dialami oleh masyarakat Arwanop seperti pembangunan jembatan dan rumah bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah tapi perusahaan PT Freeport Indonesia yang beroperasi diwilayah adat juga wajib untuk membantu.

“Freeport tak boleh tutup mata, masalah kerusakan jembatan dan rumah yang dialami warga di Kampung Arwanop bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggungjawab pemerintah bersama Freeport,”ucapnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme mengapresiasi kedatangan warga yang tergabung dalam Tim Peduli Wilayah Arwanop yang menyampaikan aspirasinya ke lembaga DPRD sebagai perpanjangan tangan dari warga yang berada di dapil 5.

“Saya sangat memberi apresiasi kepada Tim Peduli Wilayah Arwanop yang telah menyampaikan aspirasi secara tertulis, ini langkah yang sangat baik dan selau lembaga perwakilan rakyat akan menjadi atensi anggota dewan khusus dari dari Dapil 5. Apa yang disampaikan warga juga sama dengan hasil dari kunjungan dan reses anggota Dewan dari Dapil 5, yaitu persoalan jembatan dan rumah bagi warga. Karena apa yang menjadi aspirasi warga yang sangat urgent sehingga akan menjadi atensi kami,”kata Aleks.

Kanan : Ketua DPRD Mimika, Anton Bukaleng,S.Sos dan Wakil Ketua I Aleks Tsenawatme,S.AB saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Kamis (10/3/2022)/Foto : husyen opa

Sejumlah aspirasi warga dari wilayah Arwanop yang disampaikan kepada Ketua DPRD Mimika dibacakan oleh anggota dewan dar Dapil 5, Louis Paerong diantaranya, segera mengaktifkan subsidi pemerintah untuk penerbangan udara ke Arwanop, karena sering terjadi penumpukan warga yang hendak mengunakan fasilitas transportasi pesawat udara.

“Warga meminta subsidi transportasi pesawat udara masuk dalam APBD induk, dan menambah fligt penerbangan  pesawat udara dalam seminggu kalau bisa tiga kali. Pembangunan enam jembatan yang rusak akibat longsor tahun 2020 lalu yang sangat menggangu distribusi dan aktifias warga yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk mencapai kampung lainnya,”kata Loius.

Kata Loius, warga Arwanop juga meminta agar pemerintah menambah dan perpanjangan  runway Lapter di Arwanop, yang saat ini baru tersedia 400 meter, dan mereka minta ditambah 300 meter.

“Keempat, antara Arwanop dan Kampung Banuni cukup jauh sehingga tentunya dibutuhkan pembangunan lapangan terbang di Banuni. Agar transportasi dari Arwanop ke Banuni tidak terkendali akibat jarak yang jauh,”jelasnya.

Anggota DPRD dari Dapil 5 lainnya, Ancelina Beanal kepada wartawan, mengaku hal urgent yang disampaikan warga adalah jembatan, subsdi biaya tranportasi dan penambahan volume penerbangan pesawat udara serta pembangunan perpanjangan runway lapter di Arwanop.

“Persoalan jembatan penghubung, Subsidi biaya transportasi pesawat udara dan perpanjangan runway lapter dan adanya Lapter di Kampung Banuni menjadi aspirasi dari warga yang disampaikan ke DPRD Mimika,”tegas Ancelina. (opa)

Administrator Timika Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *